5 Tips Keamanan Saat Berkendara dengan Transportasi Online

Agar aman dan nyaman sepanjang perjalanan, Anda perlu memperhatikan tips dalam berkendara dengan transportasi online berikut ini.
, Majalah Kartini | 17/11/2017 - 16:29

MajalahKartini.co.id – Jumlah kecelakaan lalu lintas di Indonesia, khususnya di jalan, merupakan salah satu yang tertinggi di ASEAN – setelah Thailand, Vietnam, dan Malaysia. Menurut data kepolisian yang dijelaskan dalam Forum Polantas ASEAN 2017, jumlah korban kecelakaan mencapai 28-30 ribu jiwa setiap tahunnya, lebih tinggi dibanding jumlah korban terorisme, bencana tsunami, dan banjir.

Forum tersebut juga membahas sejumlah penyebab utama kecelakaan berlalu lintas termasuk distracted driving seperti berkendara sambil telepon, berkirim pesan, makan dan minum. Kedua, berkendara terlalu cepat sehingga sulit bereaksi ketika terjadi sesuatu. Ketiga, menerobos lampu merah dan marka jalan. Emosi ketika berkendara dan berbelok tanpa melihat kondisi jalan juga merupakan penyebab kecelakaan.

Untuk itu, Uber, aplikasi berbagi tumpangan terbesar di dunia, ingin memberikan tips aman berkendara bagi mitra pengemudi dan penumpang untuk meminimalisir potensi kecelakaan di jalan.

1. Selalu pasang sabuk pengaman dan helm dengan tepat

Menggunakan sabuk pengaman dan helm adalah pilihan yang paling aman, dan jutaan nyawa telah terselamatkan hanya karena penumpang dan pengemudi memilih untuk mengenakan sabuk pengaman dan helm. Kita semua berperan nyata untuk mengurangi risiko dan korban kecelakaan di jalan raya. Sebelum perjalanan, ingatlah untuk memasang serta mengencangkan sabuk pengaman dan helm.

Menurut data WHO, penggunaan sabuk pengaman mengurangi risiko kematian hingga 50 persen dan di Amerika, telah menyelamatkan nyawa 14.000 di tahun 2015. Sedangkan, menurut Jaringan Aksi Keselamatan Jalan (Jarak Aman), helm dapat mengurangi 40 persen kejadian kematian dari kecelakaan saat berkendara dan 70 persen risiko cedera berat dari kecelakaan.

2. Tetap fokus saat mengemudi

Anda bisa membantu menjaga keamanan jalanan dengan terus waspada, terus melihat ke arah jalan dan menghindari ber-sms atau melihat navigasi di telepon Anda saat sedang mengemudikan mobil. Kami menyarankan untuk menggunakan perangkat untuk meletakkan telepon Anda di tempat yang dapat Anda lihat dengan mudah, untuk mengurangi gangguan-gangguan berbahaya. Penting juga bagi Anda untuk beristirahat sejenak jika dibutuhkan untuk mencegah mengemudi dalam keadaan mengantuk.

Pastikan titik penjemputan dan turun di lokasi yang aman dan sesuai dengan rambu lalu lintas, seperti zona penjemputan penumpang atau lokasi dengan cukup ruang untuk berhenti dan tidak menutup jalur. Penting untuk mengetahui peraturan setempat agar Anda bisa menaati peraturan tersebut.

3. Duduk di kursi belakang

Untuk penumpang yang bepergian sendiri, pertimbangkan untuk duduk di kursi belakang. Dengan begitu, penumpang dapat keluar dengan aman dari kedua sisi kendaraan untuk mencegah menghalangi lalu lintas di sekitar, dan juga memberi ruang pribadi antara pengemudi dan penumpang.

4. Bagikan status perjalanan Anda

Pengguna dan mitra pengemudi Uber dapat memberikan ketenangan bagi teman, keluarga atau orang yang Anda percaya dengan mengirimkan status perjalanan Anda melalui fitur “Share My Trip”. Tanpa harus mengunduh aplikasi Uber, mereka dapat melihat perkiraan waktu tiba dan mengikuti posisi perjalanan Anda hingga ke tempat tujuan lewat live map serta menekan tombol untuk menelepon Anda. Anda dapat memulaiulai dan berhenti membagikan informasi lokasi Anda kapanpun Anda mau. (Foto:

Tags: , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: