IYFDC 2018, Dukung Perancang Muda Indonesia

Jadi ajang untuk mencetak desainer muda yang siap bersaing dan menguasai pasar lokal yang berpotensi sangat besar.
, Majalah Kartini | 29/01/2018 - 12:04


MajalaKartini.co.id – Indonesia Fashion Week (IFW) 2018, sebuah perhelatan akbar tahunan APPMI yang memberikan ciri dan kepribadian nasional melalui tren fashion Indonesia, mengangkat perancang mode muda Indonesia bersama dengan Tokopedia official e-commerce partner IFW 2018 melalui Indonesia Young Fashion Designer Competition (IYFDC) yang merupakan bagian dari IFW yang tahun ini akan digelar pada 28 Maret – 1 April 2018 di Jakarta Convention Center.

Poppy Dharsono, Presiden Indonesia Fashion Week 2018 mengatakan IYFDC 2018 sudah memasuki tahap penjurian ketiga untuk memilih finalis dari 21 semi-finalis yang datang dari berbagai sekolah mode di Indonesia.

Bersama dengan Tokopedia, sebuah pusat perbelanjaan ‘dalam jaringan’ di Indonesia, yang mengusung model bisnis marketplace dan memungkinkan setiap individu, toko kecil serta brand membuka dan mengelola toko daring, Indonesia Young Fashion Designer Competition mencari talenta-talenta muda yang tidak hanya kreatif dan inovatif melalui rancangannya namun juga memiliki kreatifitas yang kemudian dikaitkan dengan model berbisnisnya ke depan.

“Selama ini, kami selalu menemukan mutiara-mutiara berbakat melalui ajang IYFDC. Kreativitas mereka luar biasa dan didukung semangat tinggi untuk mengembangkan bisnis di pasar lokal,” ungkap Poppy pada konferensi pers di Jakarta, Jumat (26/1).

Namun kata ia tantangan para desainer muda saat ini bukan hanya menghasilkan karya, mereka juga harus memahami tren dan perilaku konsumen dalam platform digital yang saat ini terus tumbuh. Industri fashion Indonesia sangat beruntung memiliki Tokopedia yang berani mengambil langkah nyata untuk mendukung para generasi muda ini.

“Kompetensi mereka dalam industri ini tidak diragukan lagi, dan kami siap berkolaborasi untuk membuat industri fashion kita terus terangkat dan menjadi tuan rumah di negeri sendiri bahkan mendunia,” ujar Poppy.

Bagi market place ini, kolaborasi ini merupakan bagian komitmennya untuk mendukung industry kreatif Indonesia. “Di Tokopedia kami percaya creator lokal adalah penggerak ekonomi Indonesia. Inisiatif seperti IFW menjadi ajang penting bagi desainer lokal untuk memperkenalkan karyanya kepada audiens yang lebih luas,” terangnya

Sejalan dengan semangat Tokopedia untuk mewujudkan pemeraan ekonomi secara digital, lewat kolaborasi ini bisnis e-commerce ini ingin mengedukasi bahwa siapa saja bisa memulai dan membangun bisnis tanpa harus pindah ke kota yang lebih besar, sekaligus memastikan bahwa siapa saja bisa mendapatkan produk dengan kualitas yang sama dengan yang dijual di kota besar. “Semoga kolaborasi ini berdampak strategis dalam memajukan industri mode di Indonesia,” ujar Chief of Staff Tokopedia, Melissa Siska Juminto.

Sejak pertama diselenggarakan pada tahun 2014, IYFDC telah berhasil mencetak para desainer fashion muda yang karya-karyanya diterima dengan baik oleh pecinta fashion Indonesia. Sejumlah desainer muda terpilih dari seluruh penjuru Indonesia akan berkompetisi menunjukkan kreasi terbaik dalam ajang IYFDC, yang pada penjurian tahap ketiga ini, penilaian dilakukan oleh tujuh orang dewan juri, yaitu Monita Moerdani (Head of Brand Tokopedia), Herlina Widjaja (Galeries Lafayette), Gladys Tumewa (Lasalle College), Kioen Moe (Metro TV), K Nina Adelia (Trinaya Media), Misan Kopaka (Designer), Harry Ibrahim (Designer)

Mereka bertugas menilai apakah koleksi-koleksi yang diperlombakan sudah sesuai dengan kriteria penjurian yaitu bertemakanCultural Identity, kekayaan lokal, inovasi rancangan, daya pakai dan daya jual. Menilai kualitas dan kerapihan jahitan dan diutamakan yang mampu menjahit sendiri serta memberikan arahan kepada para finalis agar tampil maksimal pada saat Grand Final tanggal 31 Maret 2018 nanti. (Foto : IFW)

Tags: , , , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: