Mengenal Fascinator, Hiasan Kepala Kebanggaan Perempuan Inggris

Di royal wedding Pangeran Harry dan Meghan Markle, tampilan para tamu juga banyak mencuri perhatian, terutama fascinator yang mereka kenakan.
, Majalah Kartini | 22/05/2018 - 10:00

MajalahKartini.co.id – Akhir pekan lalu baru saja selesai sebuah perhelatan akbar, yaitu royal wedding antara Pangeran Harry dengan sang kekasih, Meghan Markle. Semenjak mengumumkan pertunangan pada Januari lalu, keduanya makin menjadi sorotan media.

Di hari pernikahan tersebut, riasan wajah dan gaun pengantin Meghan tentu yang paling banyak mendapat perhatian. Namun, berita tidak hanya bergulir di sana. Salah satu yang juga mencuri perhatian adalah outfit para tamu yang sangat sayang untuk dilewatkan pembahasannya. Apalagi para tamu perempuan diwajibkan mengenakan fascinator yang merupakan fashion item sekaligus warisan budaya kebanggaan masyarakat Inggris.

Sejarah Fascinator

Fascinator sendiri berasal dari fascinatus yang berarti memesona. Hiasan kepala ini ternyata juga punya sejarah panjang. Tercatat, sejarah keberadaan fascinator telah ada sejak abad ke-15, tepatnya pada era Renaissance. Masyarakat di era ini telah mulai mengenal penggunaan hiasan kepala, tetapi dekorasi untuk kepala masih dilakukan hanya untuk tujuan ritual atau spritual.

Kemudian pada tahun 1485 hingga awal abad ke-17, para perempuan Inggris telah benar-benar terikat dengan mode. Mereka menghias kepala mereka dengan topi, tudung, maupun hiasan wig rambut keriting. Di era ini, hiasan kepala yang rumit dan mahal telah menjadi penanda status seseorang. Saat itu, hiasan kepala yang lazimnya berbentuk topi ditambahi mutiara, renda, bulu, perhiasan kaca, dan benang emas untuk menunjukkan kelas dan kekayaan.

Perkembangan tren hiasan kepala pada abad pertengahan di Inggris bukanlah tanpa alasan. Masyarakat terinspirasi oleh istri Charles I, Henrietta dari Perancis yang kerap menyanggul rambutnya. Selain itu, tren gaya rambut fontage yang dipopulerkan oleh Marquise de Fontage juga semakin in saat Charles II naik tahta. Perempuan-perempuan Inggris saat itu menyanggul rambut mereka ke atas serta menambahkan hiasan seperti topi kecil dan jaring untuk hiasan.

Kemudian, di tahun 1770-an, Marie Antoinette, sang ratu Perancis yang merupakan fashion icon masyarakat Eropa kerap menambahkan beberapa helai bulu burung unta dan burung merak ke rambutnya yang disudah diberi hairspray. Hal itu kemudian memicu keinginan masyarakat untuk mengikutinya, termasuk kaum perempuan Inggris.

Sejak saat itu, hiasan kepala lazim dipakai perempuan Inggris hingga hari ini. Namun, untuk saat ini, penggunaannya dieksklusifkan untuk momen-momen tertentu. Istilah fascinator sendiri mulai dikenal sejak 1960-an.

Punya Ciri Khusus

Menurut Suzanne Cotton, kepala desain busana di Columbus College of Art and Design, hiasan kepala bisa digolongkan sebagai fascinator apabila memiliki ciri-ciri tersendiri. “Fascinator terikat dengan headband, mudah dipakai, dan memiliki pengait di belakangnya,” jelas Suzanne.

Kita dapat dengan mudah mengenali fascinator karena bentuknya yang unik. Fascinator lazimnya akan menyerupai topi, tetapi fungsinya bukan sebagai penutup kepala. Berikut adalah tampilan beberapa fascinator para selebriti dan bangsawan yang hadir di perhelatan royal wedding Pangeran Harry dan Meghan Markle.

Lihatlah betapa cantiknya Amal Clooney dengan fascinator berwarna kuning cerah yang berbentuk layaknya topi sombrero. Stunning, ya?

Jika Anda adalah pribadi yang girly dan menyukai warna pastel, fascinator ungu muda berbentuk gelombang yang dipakai Priyanka Chopra ini pasti akan jadi favorit Anda.


Satu fashion icon yang tak pernah luput dari perhatian, Victoria Beckham, mengenakan fascinator bergaya simply yet edgy sangat serasi berpadu dengan warna dress-nya.

Dari sekian banyak tamu yang hadir, fascinator milik Kitty Spencer-lah yang dinilai paling istimewa. Keponakan mendiang Puteri Diana ini jeli memilih aksen ikat dan bulu angsa untuk menunjang seluruh tampilannya. Tak ayal, penampilannya menjadi pemberitaan di mana-mana. (*)

 

 

 

Tags: , , , , , , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: