Ratusan Spa Terapis Ikuti Uji Kompetensi

Sertifikasi kompetensi kerja merupakan satu tolak ukur pengakuan spa terapis, atas pengetahuan, kemampuan, keterampilan.
, Majalah Kartini | 14/02/2018 - 12:18


MajalahKartini.co.id – Seiring berkembangnya dunia industri spa, sertifikasi kompetensi menjadi hal yang sangat penting untuk dimiliki setiap spa terapis. Hal ini dikarenakan munculnya UU Kepariwisataan No. 10 tahun 2009. UU ini diperkuat dengan munculnya PP 53 tahun 2012 tentang Sertifikasi Kompetensi dan Sertifikasi Usaha Pariwisata yang mewajibkan semua tenaga kerja pariwisata untuk tersertfifikasi. Sertifikasi kompetensi tenaga terapis ini dapat diikuti siapa saja tidak membedakan latar belakang pendidikan, umur dan jenis kelamin.

Ir. Dian SS Maulana Said, MM Owner Dewi Spa Wellness juga selaku Asesor Spa Industry menjelaskan sertifikasi kompetensi kerja merupakan satu tolak ukur pengakuan spa terapis, atas pengetahuan, kemampuan, keterampilan serta sikap kerja yang sesuai dengan Standard Kerja Kompetensi Nasional Indonesia (SKKNI). Spa terapis yang memiliki sertifikat kompetensi secara sah akan mendapatkan kepercayaan atas kredibilitas kerja dalam mengerjakan tugas dan tanggung jawabnya, meningkatkan akses perkembangan profesi, memiliki kesempatan yang lebih baik dalam jenjang karir dan promosi jabatan serta meningkatkan pengakuan terhadap kompetensi yang dimiliki.

Bagi industry spa yang memperkerjakan spa terapis, akan diuntungkan karena memiliki asset yang tidak ternilai. Karyawan dengan skill yang sudah terasah baik secara soft skill maupun hard skill tentu akan lebih mudah memberikan kontribusi guna mencapai goal sesuai visi dan misi perusahaan.

“Spa terapis harus legal karena dulu banyak spa dengan image buruk. Maka dari itu kita menggalang asosiasi dan pemerintah agar para terapis punya sertifikat resmi dari pemerintah sebagai bukti spa terapis tersebut diakui punya skill bukan hanya di sini (Indonesia) tapi juga luar negeri,” jelas Dian saat ditemui pada uji kompetensi di Gaya Spa Wellness Wolter Monginsidi, Rabu (14/2).

Oleh karena itu dengan alasan-alasan tersebut diatas, Lembaga Sertifikasi Profesi Spa Tirta Nirwana Indonesia menyelenggarakan kegiatan sertifikasi kompetensi, dengan difasilitasi Kementerian Pariwisata, Pengembangan SDM Pariwisata dan Hubungan Antar Lembaga. Kegiatan ini diikuti oleh 200 peserta yakni
para praktisi atau terapis spa dari wilayah Jakarta dan untuk tempat uji kompetensi (TUK) bekerjasama dengan Gaya Spa Wellness Wolter Monginsidi.

Tahapan dalam uji kompetensi yang harus peserta lalui antara lain verifikasi berkas, ujian tertulis dan ujian praktek. Tahun 2018 ini merupakan tahun ke-3, Lembaga Sertifikasi Profesi Spa Tirta Nirwana Indonesia mendapatkan kepercayaan oleh Kementerian Pariwisata dalam menyelenggarakan kegiatan ini.

Kwartal 1 tahun 2018, kami sudah mendapatkan 750 asesi dan diharapkan dalam tahun 2018 ini, Lembaga Sertifikasi Profesi Tirta Nirwana Indonesia akan mensertifikasi 2.000 spa terapis di beberapa kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Banten, Bandung, Semarang, Bali, Medan, Jogya, Lombok, Bintan dan Batam, agar tenaga kompeten spa terapis semakin bertambah di seluruh Indonesia.

“Sertifikat kompetensi ini masa berlakunya dua tahun dan bisa diperpanjang selama orang tersebut masih di bidangnya. Sehingga para spa terapis harus mengupgrade ilmunya dan bisa mengembangkan pengetahuannya,” lanjut Dian.(Foto : Ilustrasi)

Tags: , , , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: