Filler HA Sebagai Alternatif Lebih Cantik dan Kembali Muda

Filler HA ini akan diserap sehingga tidak bertahan lama, maksimal 1-2 tahun sekali injeksi.
, Majalah Kartini | 05/01/2018 - 13:05


MajalahKartini.co.id – Tak bisa dipungkiri, semua wanita ingin terlihat cantik tanpa kekurangan di wajahnya. Hanya saja, tidak banyak perempuan yang memiliki wajah proporsional, sehingga merasa kurang puas dan kurang percaya diri dengan dirinya sendiri. Umumnya, permasalah wanita Indonesia tidak jauh berbeda. Menurut dr. Danu Mahandaru, SpBP-RE, Plastic Surgeon The Clinic Beautylosophy Cipete Utara, Jakarta mengatakan, sebenarnya permasalahan wanita Indonesia jika digambarkan secara umum ada dua hal, yakni pertama masalah ingin lebih cantik dan kedua masalah ingin kembali muda.

Ia menjabarkan bahwa permasalahan ingin lebih cantik ini didasari karena rata-rata orang Indonesia memiliki hidung pesek, bibir tipis, dagu agak sedikit kecil dan dengan tulang pipi yang sedikit menonjol. Sehingga, untuk memperbaiki penampilannya mereka akan membuat hidung yang sedikit lebih mancung, dagu sedikit lebih lancip, dan bibir sedikit lebih tebal.

Sedangkan, masalah ingin menjadi lebih mudah ini terjadi di semua wajah, ini bisa dilihat dari kondisi mata turun, cekung dibawah mata, kantung mata, garis senyum yang dalam atau pelipis yang cekung.

“Nah, jadi problematik untuk menjadi kembali muda itu karena faktor-faktor yang muncul itu,” ujar dr. Danu saat ditemui di tempat prakteknya di Clinic Beautylosophy Cipete Utara, Jakarta, Selasa (21/11).

Filler Sebagai Alternatif
Belakangan ini teknologi kedokteran khusunya estetika mulai berkembang pesat, dan filler adalah salah satu cara untuk mengatasi permasalah-permasalan ingin lebih cantik dan kembali muda. Sebelum mebahas lebih jauh tentang filler, dokter yang memiliki pengalaman 10 tahun sebagai dokter bedah plastik menjelaskan bagaimana proses aging (penuaan) ini terjadi.

“Jaman dulu msayarakt hanya mengenal tentang kulit kendur, saat ovule-nya kendur tinggal di tarik supaya kelihatan. Sehingga proses agingnya terjadi pengurangan volum di wajah, ada pengurangan lemak, pengurangan masa otot, pengurangan massa kulit, dan pengurangan massa tulang,” jelas dr. Danu.

Sehingga, kata dia diperlukan suatu zat untuk menambah volume wajah. Misal penggunaan filler atau zat-zat lain. Karena seperti lemak sendiri itu tidak semua orang tidak dapat menghindari proses aging yang terjadi secara alamiah. Sehingga beberapa orang yang mempunyai keterbatasan lemak pada dirinya bisa memankai filler sebagai alternatif.

Proses aging mulai berjalan saat manusia berusia 20an tahun, hanya saja tanda baru jelas terlihat saat usia 40an tahun. Beberapa tanda aging yang bisa dideteksi seperti kriput, elastisitas kulit berkurang, kulit mulai kering. Meskipun belum ada penelitian yang menunjukkan bahwa faktor gaya hidup menyumbang banyak terjadinya aging, hanya saja gaya hidup ikut mempengaruhi perubahan sel-sel tubuh.

Dengan gaya hidup yang baik akan mengasilkan hormon-hormon lebih baik. Ketika semua hormon seimbang, maka metabolisme akan baik. Kendati demikian, gaya hidup sehat, istirahat cukup, makan-makanan bernutrisi dapat men-support faktor aging termasuk faktor eksternal seperti polusi dan radikal bebas. Ada pula faktor yang tidak bisa dihindari yakni faktor genetik. Sama halnya dengan daging merah, di satu sisi mengandung zat besi di sisi lain bisa memicu kanker.

Proses aging terjadi karena kekurangan kolagen yang disebabkan faktor gravitasi, akan tetapi karena sel-sel tubuh mengalami penuaan secara alami, sel-sel semakin lama semaki berkurang, sel-sel kulit semakin tipis, otot semakin kecil bahkan tulang pun makin kecil. “Jadi kalau kita mau melawan aging kita harus mengembalikan dengan yang tadi salah satunya dengan filer,” jelasnya.

Berdasarkan jenisnya, kata dr. Danu filler dibedakan menjadi dua, yakni filler yang dapat diserap tubuh dan yang tidak dapat diserap tubuh. Saat ini jenis filler yang banyak dipakai di dunia ialah jenis HA (Hyaluronic Acid) atau Asam Hialuronat. Kenapa demikian? Karena, kata dr. Danu, HA lebih alami di tubuh dengan memasukkan zat yang memang sudah ada, sehingga bisa di-metabolisme di tubuh. “Tapi kelemanahannya adalah, filler HA ini akan diserap sehingga tidak bertahan lama. Ini bertahan maksimal 1-2 tahun sekali injeksi,” ujarnya.

Nah, apakah filer yang baik adalah filer yang bertahan lama misal 8-10 tahun? Jawabannya tidak. Karena proses aging terus berjalan dinamis sehingga kita perlu malakukan tourch up pengisian ulang. Filler sifatnya dinamis sehingga pengembangan dari aging akan terjadi 1-2 tahun, semakin lama zatnya akan terus berkurang. Filler HA sendiri ternyata terbuat dari bahan sintesis tapi, partikelnya sama dengan di tubuh kita sehingga akan diserap oleh tubuh.

Dokter Estetika Ibarat Seniman
Dalam dunia estetika, berbeda dengan ilmu matematika yang memakai rumus, seperti 1 + 1 = 2. Karena bagi dr. Danu kecantikan atau menjadi lebih menarik dan menjadi muda itu bukan ilmu pasti melainkan mengarah ke Art dan sains of dokter untuk melihat kekurangan seseorang. “Sebenernya sebagai dokter Aestetic yang berkecimpung di bidang estetika kita ini ibarat seniman. Kita bukan tukang. Kita harus tahu caranya bikin wajah orang lebih menarik,” tuturnya.

Dr. Danu menyarankan bahwa jika ingin lebih cantik dan menarik maka jangan pernah berpikir ingin menjadi orang lain, jadilah diri sendiri. Karena, setiap wanita/laki-laki semua ingin terlihat menarik asal sesuai dengsn proporsinya. Tidak serta merta datang ke dokter lalu minta hidungnya mancung dan lain sebagainya.

Semua tergantung analisa dokter dalam membaca kekurangan dari orang tersebut. “Pemakaian Filler sebenarnya bisa dimana aja, di tangan, di organ intim, laki-laki di venis, bisa juga diisi didaerah vagina. Selain itu bisa juga diisi di daerah-daerah yang cekung dan kadang-kadang orang mengeluhkan di daerah dengkul. Pokonya dimana-mana ada daerah yang cekung bisa diisi juga. Banyak sih, bukan hanya di bagian wajah aja sebenarnya,” kata dr. Danu menjelaskan.

Dr. Danu sepaham bahwa wajah cantik tidak selamanya simetris. Banyak masyarakat yang salah tanggap bahwa wajah simetris itu akan lebih cantik, “what is wrong?, Cantik tidak harus simetris terkadang gambar wajah asli yang asimetris lebih menarik dibandingkan gambar wajah yang simetris.

“Setiap di dunia ini pasti punya sudut angel yang lebih baik, cuman banyak orang yang berpikiran bahwa simetris itu yang lebih cantik, ‘becouse not are trouble’ kita ini bukan robot kita ini bukan bikin sesuatu simetris tetapi kita bikin yang proposional,” terangnya.

Penggunaan filler ini sangat efektif dan efisien dibandingkan dengan treatment lainnya. Sebelum HA dimasukkan ke bawah kulit, dokter akan memberikan cream anastesi terlebih dulu agar pasien tidak kesakitan. Namun, ada beberapa area yang tidak perlu anastesi tropikal. Setelah diberi cream anastesi topikal barulah filler ini disuntikkan di area yang membutuhkan tambahan kolagen, hanya memakan waktu 5-8 menit per area.

Setelah dilakukan pengisian (filler) selama 24 jam pasien tidak disarankan memakai cream jenis apapun. “Begitu habis suntik hasilnya langsung terlihat, tapi kita harus lakukan kontrol filler ini mungkin bisa berubah belum stabil, sehingga kita bisa kontrol daerah mana yang masih kurang,” jelasnya.

Tips Melakukan Tindakan Filler
1. Pilihlah dokter yang berkompeten. Anda bisa berhadapan dengan dokter bedah plastik dengan membuka situs www.perapisurgeon.org, Anda bisa minta dokter spesialis kulit atau membuka situs di www.perdoski.org atau Anda bisa memanggil dokter Aestetic yang punya pengalaman atau bersertivikasi. Dokter yang berkompeten yang dimaksudkan bukanlah sekedar dokter yang bisa menyuntik, tapi juga dokter bersangkutan bisa menangani bila terjadi komplikasi.

“Di Indonesia penerapan seperti ini masih abu-abu (belum jelas) dimana seorang dokter yang hanya mengikuti kursus selama dua hari saja sudah dianggap kompeten. Padahal, tindakan filler harus dikerjakan oleh dokter yang tahu seni, bagaimana cara suntiknya, tanda awalnya bagaimana,” ujarnya.

2. Pastikan produk yang disuntikkan ke tubuh Anda aman. Anda harus tahu jenis apa yang digunakan, durasinya berapa lama, dan seperti apa komplikasinya. Bagi dr. Danu, sebisa mungkin menghindari komplikasi, karena ketidaktahuan tentang cara memasukkan Filler bisa berakibat fatal seperti kematian jaringan kulit, alergi dan kebutaan.

“Saya belum pernah salah suntik karena saya selalu memegang prinsip tidak boleh ada satu kesalahan pun. Sejuta pasian Anda bikin bagus masih terlalu sedikit dibanding Anda membuat satu kesalahan itu terlalu banyak menurut saya,” tutupnya.(Foto : Ilustrasi)

Tags: , , , , , , , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: