Deteksi Logam Berat dalam Kosmetik Bukan Digosok Cincin

Diharapkan masyarakat tidak begitu saja menerima informasi mengenai kosmetik yang mengandung logam berat tanpa menanyakan kepada pihak terkait.
, Majalah Kartini | 30/08/2017 - 11:04

MajalahKartini.co.id – Sehubungan dengan beredarnya pesan berantai di jejaring sosial mengenai deteksi cemaran logam berat dalam kosmetika, Badan POM memandang perlu memberikan penjelasan. Cemaran logam berat berupa Merkuri (Hg), Timbal/Timah Hitam (Pb), Arsen (As), dan Kadmium (Cd) dalam kosmetika merupakan sesepora (trace element) yang tidak bisa dihindarkan.

Persyaratan cemaran logam berat dalam kosmetika telah diatur dalam Peraturan Kepala Badan POM Nomor 17 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor HK.03.1.23.07.11.6662 Tahun 2011 Tentang Persyaratan Cemaran Mikroba dan Logam Berat dalam Kosmetika.

Dalam peraturan tersebut dijelaskan bahwa persyaratan cemaran logam berat dalam kosmetika untuk:

– Merkuri (Hg), tidak boleh lebih dari 1 mg/kg atau 1 mg/L (1 bpj)

– Timbal/Timah Hitam (Pb), tidak boleh lebih dari 20 mg/kg atau 20 mg/L (20 bpj)

– Arsen (As), tidak boleh lebih dari 5 mg/kg atau 5 mg/L (5 bpj)

– Kadmium (Cd), tidak boleh lebih dari 5 mg/kg atau 5 mg/L (5 bpj)

Untuk mengetahui adanya cemaran logam berat dalam kosmetika tidak dapat dilakukan menggunakan cara digosok dengan cincin emas. Untuk mengetahui cemaran logam berat dalam kosmetik hanya dapat dilakukan melalui pengujian di laboratorium, antara lain menggunakan metode Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS) atau Inductively Coupled Plasma (ICP).

Diimbau kepada masyarakat yang memerlukan informasi lebih lanjut untuk menghubungi: Contact Center HALO BPOM di nomor telp. 1-500-533 atau SMS: 0-8121-9999-533, atau email: halobpom@pom.go.id, atau Unit Layanan Pengaduan Konsumen (ULPK) Balai Besar/Balai POM di seluruh Indonesia. (Foto: kobieta.interia)

Tags: , , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: