Bebas Jerawat dan Cantik Natural, Tren Perawatan Wajah 2018

Saat ini banyak perempuan yang ingin tampil lebih cantik natural misalnya saja, kulit wajah lebih terlihat cerah, segar dan muda.
, Majalah Kartini | 05/02/2018 - 13:02

MajalahKartini.co.id – Memiliki wajah yang tampil cantik natural merupakan impian banyak perempuan. Tak heran apabila tampilan cantik natural semakin diminati dan bakal menjadi tren pada 2018 dalam dunia estetika di Indonesia. Pemilik sekaligus Head Aesthetic Doctor NMW Skin Care, Dr Nataliani Mawardi diplCIBTAC, mengatakan saat ini banyak perempuan yang ingin tampil lebih cantik natural misalnya saja, kulit wajah lebih terlihat cerah, segar dan muda.

Jerawat dianggap sebagai musuh utama kulit yang bisa mengganggu penampilan. Tak heran jika kebanyakan pasien yang datang ke klinik perawatan kulit adalah mereka yang mencari solusi untuk mengatasi jerawatnya. Meski saat ini tersedia berbagai terapi kulit menggunakan alat yang canggih, namun menurut dr. Nataliani Mawardi dipl CIBTAC, pasien dengan masalah jerawat akan direkomendasikan untuk menggunakan krim tropikal terlebih dahulu.

“Setiap pasien baru akan dinilai derajat masalahnya. Jadi, tidak bisa instan ingin pakai terapi macam-macam. Pemakaian krim jerawat akan dievaluasi setelah beberapa minggu. Kalau tidak berhasil baru diberi pilihan terapi,” ujar Nataliani. Menurut dia, segmen klinik NMW Skincare adalah kelas menengah, karena itu setiap terapi yang dilakukan untuk pasien harus dinilai apakah rasional dan menguntungkan pasien. “Kalau ingin hasil permanen memang harus step by step, perawatannya harus sesuai dengan indikasi yang benar,” tambah Nataliani.

Menurut dr. Steffy Aditya, Clinicak Director NMW Skincare Kalimalang Bekasi, sekitar 70 persen pasien yang datang memiliki permasalahn jerawat. “Ada yang jerawatnya meradang, ada juga yang ingin menghilangkan bekas jerawat,”ujarnya dalam acara konferensi pers ualang tahun NMW Skincare Kalimalang yang ke-4 di Bekasi, Rabu (31/01).
Ia menambahkan, pasien NMW Skincare kebanyakan berusia 15-50 tahun. “Sekitar 30 persen pasien datang untuk terapi estetika, misalnya ingin wajahnya tampak kinclong,” ucap Steffy.

Keberhasilan pengobatan masalah jerawat, kata Steffi, membutuhkan kerjasama dokter dan pasien. “Kalau psien tidak disiplin susah. Karena itu kami sebagai dokter harus mengedukasi pasien agar tidak ingin hasil instan,”tambahnya.

Dr Nataliani menambahkan, setiap pasien yang mendapatkan perawatan wajah di kliniknya selalu direkomendasikan terlebih dahulu dengan produk skincare. Setelah itu, lanjut dia baru pasien diberikan pilihan dalam melakukan perawtan yang memang dibutuhkan oleh wajah agar menghasilkan tampilan wajah yang cantik natural. Misalnya dengan menggunakan non-invasif seperti injeksi botulinum toxin dan filler. “Hal ini dilakukan lebih pada perbaikan wajah untuk tampil lebih terlihat segar, muda dan cerah,” pungkasnya. (Foto : Istimewa)

Tags: , , , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: