Yuk, Kenali Tanda dan Cara Atasi Stroke

Pemerintah fokus pada upaya promotif dan preventif serta upaya kuratif dan rehabilitatif.
, Majalah Kartini | 30/10/2017 - 14:11

MajalahKartini.co.id – Konsep utama dalam penanganan stroke adalah memberikan pengobatan yang spesifik dalam waktu sesegera mungkin sejak serangan terjadi. Masalah yang muncul adalah tidak dikenalinya gejala awal serangan stroke oleh masyarakat. Alat penilaian sederhana untuk stroke adalah “SEGERA KE RS”, yaitu Senyum tidak simetris , Gerak separuh anggota tubuh melemah tiba-tiba, BicaRa pelo atau tiba-tiba tidak dapat bicara atau tidak mengerti kata-kata/bicara, Kebas atau baal, Rabun, Sakit kepala hebat yang muncul tiba-tiba dan gangguan fungsi keseimbangan.

“Dalam pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular termasuk stroke, pemerintah fokus pada upaya promotif dan preventif dengan tidak meninggalkan upaya kuratif dan rehabilitatif,” jelas dr. Lily Sriwahyuni Sulistyowati, M.M, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak (P2PTM) Kemenkes pada press conference “Peringatan Hari Stroke Sedunia 2017” di Jakarta, Rabu (25/10).

Adapun upaya promotif preventif yabg dimaksud yakni: Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2017, yang tahun ini difokuskan pada kegiatan deteksi dini, peningkatan aktivitas fisik serta konsumsi buah dan sayur. Kedua, program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga, sejalan dengan agenda ke-5 Nawacita yaitu meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia yang dimulai dari keluarga, di antaranya penderita hipertensi berobat teratur dan tidak ada anggota keluarga yang merokok. Dan ketiga, meningkatkan gaya hidup sehat dengan perilaku “CERDIK”, yaitu Cek Kesehatan secara berkala, Enyahkan asap rokok, Rajin aktifitas fisik, Diet sehat dan seimbang, Istirahat cukup, dan Kelola stres.

“Upaya kesehatan berbasis masyarakat yang dikembangkan oleh Direktorat P2PTM dalam wadah Posbindu PTM di 4820 puskesmas telah berhasil menggerakkan masyarakat untuk mendeteksi dan memonitoring faktor risiko PTM,” terangnya.

Gerakan pencegahan stroke tidak hanya di gaungkan oleh Kementerian Kesehatan RI. Perhimpunan Dokter Spesialis Indonesia (PERDOSSI) bekerja sama dengan Boehringer Ingelheim juga telah meluncurkan ANGELS Initiative pada April 2017. ANGELS Initiative merupakan inisiatif dan komitmen Boehringer Ingelheim dalam meningkatkan pelayanan rumah sakit khususnya dalam penanganan stroke secara terpadu untuk mengurangi angka kejadian stroke. Adapun upaya penanganan stroke dilakukan dengan meningkatkan tindakan preventif, diagnosis dan terapi untuk stroke akut.

Untuk menekan prevalensi stroke, ANGELS Initiative bekerja sama dengan para ahli pembimbing stroke spesialis seluruh dunia dalam mengadakan dan atau meningkatkan kualitas Stroke Center melalui program pelatihan penanganan stroke, penyediaan perlengkapan pelatihan, penunjangan proses optimasi di rumah sakit, dan penyediaan sarana sebagai wadah komunikasi dan akses bimbingan dari stroke spesialis.(Foto : Deccan Chronicle)

Tags: , , , , , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: