Upaya YKPI Bebaskan Indonesia dari Kanker Payudara Stadium Lanjut

YKPI menyediakan Unit Mobil Mammografi yang secara rutin mendatangi masyarakat untuk mendeteksi kanker payudara.
, Majalah Kartini | 25/10/2017 - 16:03

MajalahKartini.co.id – Bulan Peduli Kanker Payudara diperingati setiap Oktober. Yayasan Kanker Payudara Indonesia YKPI menyelenggarakan berbagai kegiatan terutama dalam memperluas kampanye deteksi dini kanker payudara. Salah satu visi YKPI adalah Indonesia Bebas Kanker Payudara di Stadium Lanjut.

“Kanker payudara tidak dapat dihilangkan sama sekali, tetapi setidaknya tidak dalam stadium lanjut sejalan dengan tujuan SDGs yaitu meningkatkan kesehatan perempuan,” jelas Ketua YKPI Linda Agum Gumelar, dalam acara Konferensi Pers “Bebaskan Indonesia dari Kanker Payudara Stadium Lanjut 2030” di Jakarta, (24/10).

Menurut Linda, deteksi dini sangat penting mengingat estimasi WHO jumlah penderita kanker payudara akan meningkat sampai 300% di tahun 2030. Sosialsasi dan kampanye sudah dilakukan YKPI ke seluruh Indonesia dan fokus di tahun 2017 adalah di wilayah Indonesia Bagian Timur.

Selain persoalan deteksi dini yang masih rendah di Indonesia, sistem rujukan di era BPJS yang berbelit dan panjang, juga menjadi perhatian YKPI. Sistem rujukan ini membuat pengobatan terlambat sehingga kanker sudah terlanjur menyebar cepat. Inilah yang menyebabkan kematian kanker payudara di stadium lanjut tinggi.

“Era otonomi daerah seharusnya dapat mendorong pimpinan daerah lebih banyak menyediakan fasilitas deteksi dini dan juga menyekolahkan dokter umum atau sekolah pendidikan spesialis dan subspesialis onkologi sehingga pasien tidak perlu dirujuk ke pusat atau rumah sakit di Jawa,” tambah Linda.

YKPI, menurut Linda Gumelar, menyediakan Unit Mobil Mammografi (UMM) yang secara rutin mendatangi masyarakat untuk mendeteksi kanker payudara. Sampai bulan Agustus tahun 2017, jumlah peserta pemeriksaan mencapai 11.170 orang dan ditemukan jumlah pasien dengan hasil tumor jinak sebanyak 1.060 kasus (9,5%) dan hasil yang dicurigai ganas sebanyak 123 kasus (1,1%). (Foto: Andim)

Tags: , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: