Ternyata Ini Penyebab Keputihan Tidak Normal

Keputihan biasanya terjadi pada perempuan menjelang masa subur.
, Majalah Kartini | 07/11/2017 - 09:03

MajalahKartini.co.id – Keputihan adalah hal yang normal terjadi pada perempuan menjelang masa subur. Namun perlu diperhatikan jika keputihan tersebut berubah menjadi tanda adanya penyakit pada bagian daerah kewanitaan Anda. Menurut dr. Rino Bonti Tri H.Shanti, Sp. OG, keputihan sebagai tanda menjelang masa subur, “Leher rahim secara normal mengeluarkan cairan berwarna bening, bersih, tidak berlebihan dan tidak menimbulkan keluhan,” jelasnya dilansir dari kompas.com.

Keputihan yang tidak normal biasanya menimbulkan rasa gatal, panas dan nyeri di bagian daerah kewanitaan. Bahkan terkadang berwarna kemerahan bahkan berbau busuk. “Keputihan seperti ini harus diwaspadai karena merupakan tanda adanya infeksi,” ujar dr.Rino.

Penyebab keputihan tersebut paling sering karena adanya jamur candida, bakteri vaginosis atau parasite trikomoniasis yang menginfeksi daerah kewanitaan. Infeksi yang disebabkan bakteri vaginosis itu memiiki ciri cairan yang berbau amis, sedangkan parasite trikomoniasis ditandai dengan cairan banyak, berbusa dan berbau busuk. “Keputihan karena jamur candida memiliki gejala cairan khas seperti susu basi dan vulva terasa panas serta nyeri saat berkemih,” tuturnya.

Keputihan tidak normal ini juga bisa disebabkan karena adanya infeksi menular seksual, kelaian anatomi, daerah kewanitaan yang terlalu kering dan tipis saat menopause atau karena masuknya benda asing ke dalam daerah kewanitaan. Namun, penyebab paling sering keputihan tidak normal tersebut karena kurangnya menjaga kebersihan di daerah kewanitaan.

“Pemicu awal karena kondisi organ intim yang lembab, sehingga menjadi media yang baik untuk tumbuh jamur. Akan lebih baik tidak membersihkan daerah intim tersebut dengan sabun, karena bersifat basa. Bersihkan dengan air saja sudah cukup atau menggunakan cairan khusus pembersih vagina dengan pH yang sesuai,” jelas dr. Rino.

Ia melanjutkan, sebaiknya perempuan menghindari douching atau penyemprotan cairan khusus ke dalam daerah kewanitaan. Cukup dengan air atau cairan khusus pembersih daerah kewanitaan. Karena menurutnya, vaginal douching hanya memperberat infeksi di daerah kewanitaan. (Cindy/foto: Thinkstock)

Tags: , , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: