Stop Konsumsi Kopi Berlebih, Ini Bahayanya

Bila dikonsumsi dalam takatan berlebih dan jangka panjang kopi dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan serius.
, Majalah Kartini | 10/11/2017 - 12:03

 

MajalahKartini.co.id – Padatnya aktivitas mendorong masyarakat urban mencari nuansa baru saat menjalani rutinitas. Coffee Shop atau kafe menjadi tempat favorit. Tak hanya sebagai tempat bersantai dan berkumpul sahabat atau kerabat, namun perannya juga bergeser menjadi ruang professional untuk temu kolega kerja dan rapat bisnis karena tersedianya koneksi wifi.

Sajian yang ditawarkan pun mampu menjadi daya tarik tersendiri. Kopi menjadi hidangan favorit yang paling banyak dipesan. Ini terlihat dari data pertumbuhan peminum kopi di Indonesia yang meningkat 8 persen, lebih tinggi dari pertumbuhan kopi secara global yang hanya 6 persen. Senada itu, temuan Euromonitor juga mendapati kedai kopi di Tanah Air bertumbuh cepat sejak lima tahun terakhir. Saat ini, sekitar 1.083 kedai kopi ada di Indonesia dan sebagian besar berlokasi di Jakarta.

“Bagi sebagaian kaum urban ibukota, menyeruput kopi dapat meningkatkan mood mereka. Jika ditelaah lebih jauh, gaya hidup menjadi pendorong utama. Mereka rela mengeluarkan uang lebih dengan memesan secangkir kopi daripada air putih. Bahkan tidak sedikit dari mereka memesan kopi hanya demi eksistensi di sosial media, mengikuti trend dan terpengaruh oleh kerabat,” ungkap Kevindra Soemantri, Pemerhati Kuliner & Gaya Hidup pada press conference Halodoc “Waspadai Konsumsi Kopi Berlebih Agar Terhindar dari Masalah Kesehatan Organ Tubuh” di Jakarta, Kamis (9/11).

Menurut ia, gaya hidup dapat memengaruhi konsumsi kopi masyarakat urban, padahal kelebihan meminum kopi dapat menimbulkan masalah kesehatan termasuk kegagalan fungsi organ tubuh. Memahami kondisi yang ada, Halodoc sebagai penyedia layanan kesehatan berbasis online merasa perlu mengedukasi masyarakat ibukota, akan pentingnya menjaga kesehatan tubuh untuk mendapatkan kualitas hidup yang lebih baik. “Salah satu cara yang kami anjurkan adalah mengingatkan akan takaran dosis kafein harian agar tidak berlebih,” papar Jonathan Sudharta, Founder dan CEO Halodoc.

Lantas, berapa anjuran dosis kafein yang disarankan tiap harinya? Konsumsi kafein pada orang dewasa adalah 300-400 miligram sehari atau setara dengan 3 – 4 cangkir per-hari. Jika berlebih, maka beberapa dampak negatif akan muncul. Antara lain; insomnia, obesitas, inkontinensia urine (buang air kecil yang terus menerus), meningkatnya tekanan darah, masalah menstruasi, dan risiko asam urat.

“Bahkan kelebihan kafein dalam jangka waktu panjang dapat mengakibatkan sejumlah permasalahan kesehatan yang lebih serius, seperti masalah lambung, terganggunya sistem kardiovaskular, kerusakan tulang, daya ingat terganggu, menurunnya kinerja mental, memicu produksi hormon cortisol dan yang paling parahnya dapat memengaruhi kesuburan wanita atau bahkan keguguran,” ujar dr. Annisa Maloveny, Sp.PD, dokter spesialis penyakit dalam di RS Hermina Grandwisata dan dosen di Fakulas Kedokteran Universitas Islam Negeri Jakarta. Sah-sah saja menjalankan gaya hidup sesuai kebutuhan, namun perlu diingat bahwa segala sesuatu tetap ada batasnya. Lebih lanjut dr. Annisa menyampaikan, jika merasakan gangguan yang berlanjut, segera konsultasikan pada dokter Anda.

Untuk mempermudah konsultasi dokter, Halodoc hadir di tengah keluarga Indonesia. Konsultasikan berbagai permasalahan kesehatan pada ribuan dokter ahli dari berbagai spesialisasi di seluruh Indonesia melalui chat dan video/voice call. Layanan lain yang dapat dimanfaatkan keluarga Indonesia adalah pembelian obat dan alat-alat kesehatan yang dapat dilakukan ke lebih dari 1.000 mitra apotek Halodoc. “Menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan tubuh harus dimulai dari diri sendiri. Dokter hanya memberikan saran terbaik, kami di Halodoc membantu menjembatani permasalahan kesehatan dengan para ahli, selebihnya masyarakat yang perlu melakukan upaya nyata,” tutup Jonathan. (Foto : Pixabay)

Tags: , , , , , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: