Segera Kenali Kelainan Irama Jantung Anda

Salah satu gejala Atrial Fibrilasi  yang paling mudah dikenali adalah detak jantung yang tidak teratur.
, Majalah Kartini | 18/01/2017 - 07:04

Segera-Kenali-Kelainan-Irama-Jantung-Anda

MajalahKartini.co.id – Atrial Fibrilasi (AF) merupakan kelainan irama jantung kamar atas (atrium). Salah satu gejala FA yang paling mudah dikenali adalah detak jantung yang tidak teratur. Detak jantung ini bisa cepat, lambat, atau kombinasi cepat dan lambat. Jika AF itu cepat dapat disertai dengan keluhan gagal jantung, seperti sesak napas dan cepat lelah. Jika lambat disertai dengan keluhan seperti mau pingsan dan kehilangan kesadaran sementara.

“Pencetus kelainan irama jantung dapat berupa kelainan tiroid; kelainan atrium yang membesar akibat hipertensi, kelainan katup jantung, atau jantung yang lemah; dan sebagian kecil disebabkan oleh kelainan genetik,” jelas dr. Antono Sutandar, SpJP(K) selaku Wakil Chairman Siloam Heart Institute (SHI) dalam media gathering di Jakarta, Selasa (17/1).

Prevalensi pasien AF semakin meningkat seiring bertambahnya usia. Usia di atas 75-80 tahun dengan prevalensi 10-15%. Baik FA yang terus menerus (Persistent AF) dan/ atau AF yang hilang timbul (Paroxysmal AF) disertai dengan risiko stroke yang meningkat. Risiko stroke akan meningkat jika penderita ada keluhan gagal jantung, hipertensi, diabetes; berusia lanjut di atas 75 tahun; memiliki sejarah stroke sebelumnya; dan ada penyempitan pembuluh darah otak, jantung, atau kaki.

Penanganan dapat dilakukan melalui 2 cara yaitu rate control (hidup berdampingan dengan AF untuk mencari keseimbangan irama supaya tidak terlalu cepat atau lambat) dan rhythm control (mengembalikan irama menjadi normal). Hasil jangka panjang antara rate control dan rhytm control tidak berbeda jauh.

Komponen lain yang penting adalah pencegahan stroke yang dilakukan dengan pemberian obat pengencer darah. Obat pengencer darah dibagi menjadi dua yaitu antiplatelet dan anticoagulant. Bagi penderita AF, anticoagulant lebih efektif untuk mencegah stroke.

Keputusan untuk menggunakan anticoagulant berdasarkan pertimbangan antara risiko dan keuntungannya. Keuntungannya adalah menurunkan stroke sebanyak 60-70%, sedangkan risikonya adalah perdarahan sebesar 3-5% per tahun. Bagi penderita yang mengalami kontraindikasi atau tidak tahan terhadap anticoagulant terdapat pilihan lain yaitu dengan menutup kuping kamar atas jantung dan pemberian obat antiplatelet dengan risiko perdarahan yang lebih kecil.

“Ada beberapa pemeriksaan yang perlu dilakukan pasien untuk mendiagnosa kelainan irama jantung yaitu rekam jantung (elektrokardiogram/ EKG), USG jantung (ekokardiografi/ ECHO), treadmill, MRI, CT Scan, kateterisasi jantung, pemasangan alat rekam jantung hingga operasi bedah jantung,” kata dr. Maizul Anwar, SpBTKV selaku Chairman SHI.

“Seiring dengan perubahan gaya hidup dan bertambahnya kasus-kasus jantung baik yang terdeteksi maupun tidak, Siloam Hospitals Kebon Jeruk (SHKJ) melalui SHI merasa terpanggil untuk ambil bagian dalam pelayanan jantung komprehensif yang menawarkan layanan pencegahan, diagnostik, pengobatan, operasi, dan rehabilitasi yang menggunakan peralatan kesehatan terkini bagi seluruh masyarakat Indonesia,” ujar Amelia Hendra selaku Executive Director SHKJ.(Foto : Istimewa)

Tags: , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: