Rendahnya Kesadaran Masyarakat untuk Cek Kesehatan Rutin

Menyadari bahwa salah satu alasan orang enggan melakukan tes kesehatan adalah karena tingginya biaya yang perlu dikeluarkan.
, Majalah Kartini | 24/01/2017 - 07:09

Rendahnya Kesadaran Masyarakat dalam Melakukan Pemeriksaan Kesehatan Rutin

MajalahKartini.co.id – Hasil jajak pendapat Litbang Kompas di bulan Oktober 2016 yang lalu menunjukkan hampir 97% responden merasa sadar cek kesehatan rutin itu bemanfaat. Namun, hanya satu dari tiga responden yang rutin melakukan tes menyeluruh. Padahal, dengan rutin melakukan tes kesehatan menyeluruh (medical check-up), seseorang bisa mengetahui kondisi kesehatannya sekaligus mendeteksi suatu penyakit sedini mungkin. Menyadari bahwa salah satu alasan orang enggan melakukan tes kesehatan adalah karena tingginya biaya yang perlu dikeluarkan.

Survey yang dilakukan oleh Litbang Kompas ini dilakukan di 12 kota. Rata-rata alasan responden tidak melakukan tes kesehatan karena mereka tidak biasa dengan perawatan medis, mereka takut akan hasil pemeriksaan atau akan mengetahui masalah kesehatan mereka, dan terakhir adalah karena pemeriksaan kesehatan dinilai sebagai kegiatan yang membuang uang sebab dilakukan saat orang tersebut sedang dalam keadaan yang nampak bugar.

Di sisi lain, hasil survey menunjukan bahwa kesadaran untuk memonitor kesehatan berbanding lurus dengan kualitas pendidikan yang ditempuh oleh seseorang. Semakin tinggi jenjang pendidikan seseorang, maka semakin tinggi pula kesadaran mereka untuk melakukan tes kesehatan. Data menunjukkan bahwa sekitar 72% responden yang rutin melakukan tes kesehatan adalah tamatan kuliah.

Selain itu, fakta lain juga bisa diliat dari kelas ekonomi, yakni semakin tinggi kemampuan ekonomi seseorang, maka semakin rutin pula orang tersebut melakukan cek kebugaran. Responden yang berusia 45 tahun ke atas adalah golongan yang lebih teratur melakukan pemeriksaan kesehatan. Meskipun demikian, tes kesehatan baiknya dilakukan sejak sedini mungkin setidaknya mulai usia 35 tahun, mengingat pada kisaran usia ini proses penuaan tubuh manusia dimulai.

Beberapa Tes yang Wajib Dilakukan
Lingkungan perkotaaan yang penuh polusi merupakan salah satu penyebab masyarakat kota rentan terhadap berbagai penyakit. Selain itu, gaya hidup mereka yang seringkali tidak sehat juga beresiko membuat metabolisme tubuh bermasalah dan terpapar berbagai virus atau penyakit tertentu. Untuk itu, sangat disarankan bagi masyarakat kota melakukan medical check-up secara rutin.

Berikut adalah beberapa aspek yang perlu diketahui kondisinya sejak sedini mungkin:

1. Kolesterol
Kolesterol pada dasarnya adalah jenis lemak yang dibutuhkan tubuh, namun jumlahnya yang berlebihan dapat menyumbat pembuluh darah dan memicu penyakit jantung serta stroke. Melalui tes kolesterol, kita bisa mengetahui kadar LDL jahat dan baik, serta kadar trigliserida. Kolestrol normal adalah sebagai berikut:
a. Kolesterol baik (high-density lipoprotein/ HDL) sebaiknya di atas 60mg/dL
b. Kolesterol jahat (low-density lipoprotein/ LDL) sebaiknya di bawah 100mg/dL
c. Trigliserida sebaiknya kurang dari 150mg/dL
d. Total kolesterol sebaiknya di bawah 200mg/dL.

2. Gula Darah
Tes gula darah diperlukan untuk menghindari risiko diabetes, yang merupakan pemicu berbagai macam penyakit lain di dalam tubuh.
a. Kadar gula darah normal: 70-100 mg/dL
b. Pra diabetes: 100-125 mg/dL
c. Diabates: ≥126 mg/dL

3.Tekanan Darah
Tekanan darah normal untuk usia di bawah 60 tahun adalah 140/90 mmHg, sedangkan usia di atas 60 tahun, tekanan darah normalnya adalah kurang dari 150/90 mmHg. Tes tekanan darah ini berguna untuk mencerah hipertensi atau hipotensi pada seseorang.

4.Berat Badan
Pemeriksaan indeks masa tubuh (body mass index/BMI) penting dilakukan untuk menghindari kegemukan atau bahkan penurunan berat bedan. BMI yang tidak normal bisa memicu berbagai penyakit. Jika Anda mengalami kegemukan, maka akan meningkatkan risiko stroke, penyakit jantung, diabetes tipe 2, hipertensi, kanker, dan lain-lain. Sedangkan jika kondisi fisik terlalu kurus, berisiko melemahkan sistem kekebalan tubuh, mengakibatkan osteoporosis, dan anemia.

Pemeriksaan lain yang juga wajib dilakukan adalah pemeriksaan mata, kulit, telinga, gigi, dan tulang. Sebelum melakukan tes kesahatan, baiknya seseorang berpuasa selama 8-12 jam, tergantung dengan jenis tes yang akan dijalani. Selama puasa pun tidak diperkenankan makan dan minum, kecuali konsumsi air putih. (Foto: Pixabay)

Tags: , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: