Quorn, Variasi Makanan Sehat Pengganti Daging

Bahan utamanya, Mycoprotein kaya akan protein, serat tinggi, rendah lemak jenuh dan tidak mengandung kolesterol.
, Majalah Kartini | 31/10/2017 - 12:03

MajalahKartini.co.id – Gaya hidup modern saat ini kesadaran masyarakat akan makanan sehat pun semakin meningkat. Tak bisa dimungkiri, masyarakat masih sangat bergantung pada makanan kaya kalori serta lemak seperti daging-dagingan. Nah, jika dikonsumsi dalam jumlah banyak dan diproses dengan cara yang salah justeru akan menyebabkan berbagai masalah kesehatan seperti, kolesterol, jantung, hipertensi, kanker dan penyakit degeneratif lainnya. Apa yang akan terjadi jika hal ini terjadi terus menerus?
Apakah harus menghilangkan daging pada diet Anda?

Quorn adalah pilihan makanan lezat, bebas daging, dan sehat bagi konsumen. Bahan utamanya, Mycoprotein kaya akan protein, serat tinggi, rendah lemak jenuh dan tidak mengandung kolesterol. Dibandingkan dengan ternak yang umumnya dikonsumsi, Quorn menggunakan lebih sedikit lahan dan memiliki dampak lingkungan yang lebih rendah.

Sadar akan keamanan pangan dan gizi sebagai tantangan global, Monde Nissin mengakuisisi Quorn dengan visi untuk mempromosikan ketahanan pangan bagi planet kita dan gaya hidup sehat bagi konsumen kita. Sebagai merek terkemuka di sektor produk bebas daging di Inggris, Quorn memberdayakan pelanggan dengan pilihan makanan yang lebih sehat yang melengkapi selera dan gaya hidup mereka.

“Selain sebagai sumber protein yang bergizi dan lezat, makanan pengganti daging ini juga dikenal ramah lingkungan. Quorn selanjutnya mewakili komitmen perusahaan kami untuk merubah keseimbangan pola konsumsi terhadap makanan yang lebih sehat di wilayah ini,” ujar Kevin Brennan, CEO of Quorn Food pada media konferensi di Shangri-La Hotel Jakarta, Senin (30/10).

Perusahaan ini bergabung dengan lebih dari 500 menteri kesehatan, ilmuwan, akademisi, organisasi nirlaba, inovator dan koki terkemuka di Forum Pangan Asia-Pasifik EAT 2017 untuk mengatasi tantangan yang berkembang yang mempengaruhi keamanan makanan di wilayah dan dunia.

“Penting bagi perusahaan swasta dan bisnis untuk beralih ke portofolio yang lebih sehat yang mendukung solusi makanan berkelanjutan dan mengeksplorasi pilihan dalam produksi pangan yang tidak menghabiskan sumber daya bumi. Perusahaan kami telah mengambil tantangan ini,” kata Henry Soesanto, CEO Monde Nissin Corporation. “Visi kami adalah untuk membangun bisnis yang menghormati planet kita dan juga berkontribusi pada peningkatan kesehatan masyarakat dan ketahanan pangan. Quorn akan berperan besar dalam perjalanan ini,” kata Soesanto.

Pada tahun 2050, para ahli memprediksi bahwa dunia akan menghadapi tantangan mendasar untuk memenuhi tuntutan pangan yang berkembang sebesar 9,1 miliar orang. Dengan permintaan makanan yang diperkirakan meningkat, pola makan dan makanan yang berkelanjutan sangat penting dalam menangani dan memecahkan tantangan yang semakin meningkat ini. “Didorong oleh komitmen kuatnya pada ketahanan pangan dan gizi, kami bekerja untuk mengubah masa depan makan. Kami sangat antusias membawa kepemimpinan dan komitmen pada sustainable food community,” kata Soesanto.

Dr. Andy Kusumo, Director of Science and Technology di Monde Nisain Corporation menjelaskan pada tahun 1960an, sebuah periode ketika ada kekhawatiran tentang kemampuan kita untuk memberi makan dunia. “Sebagai tanggapan terhadap pendiri Lord Rank ini, kami membuat sebuah proyek untuk menemukan sumber protein baru. Tujuannya adalah untuk menemukan mikroorganisme yang dapat dengan mudah mengubah banyak karbohidrat menjadi lebih langka dan lebih bergizi, tanpa menggunakan hewan sebagai metode konversi,” jelasnya.

Bertahun-tahun R&D )Research & Development) melakukan investasi lebih dari 100 juta dolar untuk membuat anggota kecil keluarga jamur yang bisa diubah menjadi protein dengan menggunakan proses fermentasi yang sudah tua. Hasilnya adalah protein berkualitas tinggi yang unik yang kita sebut Mycoprotein.

Quorn memainkan peran besar dalam perjalanan ini. “Kami ingin meningkatkan ketersediaan produk protein ini di seluruh dunia, berinvestasi untuk meningkatkan kualitas sustainability mereka yang terus berlanjut,” kata Henry. “Kami yakin bahwa dengan membuat pengurangan daging lebih mudah bagi konsumen, akan terjadi pergeseran terus-menerus menuju pilihan yang lebih sehat terutama di negara-negara di mana tingkat konsumsi tidak sustainable,” tutup Henry. (Foto: Andim)

Tags: , , , , , , , , , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: