Perhatikan Pola Makan Saat Berpuasa Agar Badan Tidak ‘Melebar’

Saat berbuka memang saat yang paling ditunggu-tunggu selama Ramadhan. Hanya saja, Anda tetap perlu berhati-hati dalam menyantap hidangan setelah waktu berbuka. Jangan sampai berat badan justru naik karena kita ‘khilaf’ makan sembarangan.
, Majalah Kartini | 06/06/2018 - 12:00

MajalahKartini.co.id – Orang Indonesia lazim menyantap makanan manis dan berlemak saat berbuka. Aneka takjil seperti kolak, manisan kolang-kaling, es buah, bahkan gorengan jadi menu favorit banyak orang. Pasalnya, Anda perlu berhati-hati menyeleksi makanan yang akan masuk ke dalam perut. Jangan sampai harapan Anda untuk menstabilkan berat badan selama berpuasa jadi sia-sia karena berat badan justru bertambah. Berikut, hal-hal yang perlu Anda perhatikan agar kegiatan puasa tidak jadi ‘boomerang‘ terhadap kesehatan Anda sendiri.

1. Hindari santan dan gula berlebih

Ketika Anda berbuka, mungkin Anda kerap menghabiskan satu mangkuk kolak pisang. Namun, tahukah Anda berapa banyak kalori yang terkandung di dalamnya? Ternyata semangkuk kolak pisang mengandung sekitar 400 kalori, nyaris menyamai kalori seporsi makanan utama. Anda bisa saja mengurangi kalori dalam kolak pisang dengan menyiasatinya. Gantilah gula pasir yang sering Anda gunakan dengan gula jagung. Selain itu, Anda dapat pula mengganti santannya dengan susu rendah lemak. Dengan demikian kolak pisang Anda akan jadi lebih sehat.

2. Prinsip secukupnya

Seringkali kita kalap dalam menyantap hidangan berbuka. Bukannya turun, berat badan justru akan naik akibat konsumsi kalori jumlah besar dalam satu waktu. Jika Anda berbuka dengan semangkuk es buah, usahakan Anda memilih makanan pendamping yang punya kalori lebih rendah, misalnya oats. Konsumsilah keduanya dalam batas wajar. Dengan menyeimbangkan jumlah gula yang masuk ke dalam tubuh, pankreas Anda pun akan lebih sehat karena tidak harus mengeskresikan insulin dalam jumlah besar sekaligus.

3. Jangan lupakan serat

Mengonsumsi salah buah atau sayur saat berbuka dapat menyuplai gula alami ke dalam tubuh sekaligus memberikan kandungan serat yang cukup. Selain itu, makan makanan berserat membuat Anda kenyang lebih lama, sehingga Anda tidak akan mudah tergoda untuk menyantap kudapan manis lainnya. Serat dapat membantu mengurangi penyerapan lemak di usus sekaligus menghindarkan Anda dari sembelit selama berpuasa.

4. Pilih makanan dengan indeks glikemik rendah

Bulan Ramadhan adalah saat yang tepat untuk kembali mengatur pola makan, terutama tentang jenis makanan pokok yang baik dikonsumsi. Nasi putih diketahui secara luas mengandung indeks glikemik (IG) yang tinggi, yaitu 96. Sementara, indeks glikemik rendah berkisar antara 55 ke bawah. Jika Anda ingin puasa Anda lebih efektif dalam menstabilkan berat badan, Anda dapat mengganti nasi putih dengan makanan ber-IG rendah, seperti beras merah atau roti gandum. Selain Anda memperoleh lebih banyak serat, gula darah Anda juga akan lebih terjaga dan terhindar dari kegemukan. (*)

 

Tags: , , , , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: