Pahami Asupan Gizi Melalui Nutrition Quotient

Jika kita bicara lebih dalam soal gizi, apakah Anda pernah mendengar tentang Nutrition Quotient?
, Majalah Kartini | 08/05/2017 - 17:47

Pahami Asupan Gizi Melalui Nutrition Quotient

MajalahKartini.co.id – Nutrition Quotient adalah kemampuan diri untuk memahami asupan gizi yang tepat bagi tubuh. Tidak hanya untuk kesehatan fisik, Nutrition Quotient juga berguna untuk meningkatkan kualitas hidup dan mewujudkan masa depan yang lebih sehat. Tidak hanya pengetahuan seseorang mengenai gizi tetapi juga bagaimana seseorang mengaplikasikan pengetahuan tersebut ke dalam kehidupan sehari-hari.

“Tidak hanya untuk pertumbuhan saja, gizi dikaitkan dengan hal yang lebih luas, seperti potensi ekonomi seseorang karena gizi berkaitan dengan: perkembangan otak, kemampuan belajar dan produktivitas kerja,” papar Kepala Departemen Medik Ilmu Gizi RSU Cipto Mangunkusumo, Dr. dr. Fiastuti Witjaksono, MS, MSc, SpGK (K) di acara Talkshow Nutrient Quotient: What Is It and Why Does It Matter?”, Senin (8/5) di D’Lab, Menteng Jakarta Pusat.

Berbicara perihal fakta masalah status gizi berdasar Riskesdas 2013, persoalan gizi di Indonesia tidak hanya kurus, tetapi pendek dan gemuk masih menjadi masalah status gizi di Indonesia. Baik pada anak maupun dewasa. Seperti diketahui bahwa setiap masalah status gizi memiliki risikonya masing-masing. Riwayat stunting/pendek saat balita dapat memiliki kognitif dan performa sekolah bahkan ekonomi lebih buruk. Anak dengan obesitas lebih berisiko terkena sindroma metabolik (seperti hipertensi, Diabetes tipe 2, gangguan lemak, dll.)

Kekurangan zat gizi mikro juga masih banyak terjadi dan dengan akibatnya masing-masing, seperti: Kekurangan (dan atau anemia) zat besi berpengaruh negatif pada kemampuan belajar dan produktivitas kerja, Kekurangan vitamin A menyebabkan gangguan pada mata, daya tahan tubuh dan pertumbuhan, dan kekurangan vitamin D dapat menyebabkan gangguan pada tulang.

Belum lagi, lanjut Fiastuti, masih ditemukan permasalahan konsumsi Gula Garam Lemak (GGL) di Indonesia di semua kalangan usia. “Kelebihan konsumsi GGL ini berkaitan dengan gangguan pada kesehatan. Asupan GGL berlebih dapat meningkatkan risiko hipertensi, stroke, diabetes dan serangan jantung. GGL dikatakan banyak ditemukan pada makanan atau minuman jadi. Sehingga pastikan periksa dan baca dengan jelas GGL pada label makanan sebelum memilih,’ ucapnya. (Foto: Nestle Indonesia)

Tags: , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: