Musim Demam Berdarah, Begini Cara Mencegahnya

Pengendalian dengan bahan kimia yang menyebabkan nyamuk menjadi resisten juga perlu dikurangi.
, Majalah Kartini | 11/10/2017 - 10:06

MajalahKartini.co.id – Meskipun hanya binatang kecil tapi saat menggigit manusia, nyamuk bisa menularkan penyakit berbahaya bahkan menyebabkan kematian. Perubahan iklim semakin membuat nyamuk lebih kuat karena, nyamuk cepat beradaptasi pada lingkuang dan cepat pula berkembang biak. Nah, agar tidak menderita penyakit akibat gigitan nyamuk yang sudah resisten dengan anti nyamuk, kita harus tahu bagaimana mencegah serta memberantas nyamuk.

DR. dr. Leonard Nainggolan SpPD-KPTI, Konsultan Penyakit Tropik dan Infeksi dari Perhimpunan Peneliti Penyakit Tropik dan Infeksi Indonesia (PETRI) mengatakan bahwa pencegahan nyamuk penyebab penyakit perlu dilakukan dengan pendekatan terpadu. Tidak hanya pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan 3M (menguras, menutup dan mengubur) yang sekarang dikembangkan menjadi 3M plus, ditambah memodifikasi atau mendaur ulang benda-benda yang menjadi sarang nyamuk menjadi benda lain yang lebih berguna. Pengendalian dengan bahan kimia yang menyebabkan nyamuk menjadi resisten juga perlu dikurangi.

Beberapa zat kimia yang dibatasi adalah DDT dan organofosfat. “Tadinya senyawa kimia efektif membasmi nyamuk, tetapi nyamuk dapat beradaptasi dengan lingkungan termasuk senyawa pembasmi nyamuk (DDT dan organofosfat ) sehingga resisten,” kata dr. Leo di Jakarta, Senin (9/10).

Penggunaan obat nyamuk organoosta dalam waktu lama, kata dr. Leo menyebabkan nyeri kepala kronis dan kelelahan kronis. Obat anti nyamuk kimiawi generasi sekarang, konsepnya bukan lagi membunuh nyamuk tetapi membuat pingsan nyamuk. Bahkan sampai 24 jam. “Diharapkan selama dia pingsan itu, tidak mendapatkan asupan makanan sehingga akan mati. Ini lebih ramah lingkungan dan manusia,” katanya.

Pencegahan lainnya adalah dengan perlindungan perorangan yaitu dengan penggunaan pakaian pelindung, menggunakan insektisida rumah tangga seperti koil nyamuk, aerosol, electric vaporizer mats, atau liquid vaporaizer. Bahan-bahan penolak nyamuk seperti ektrak tumbuhan juga dapat dimanfaatkan. Menurut Leo, kasus tertinggi DB pada anak sekolah dasar karena mereka cenderung duduk di siang hari di dalam kelas, dan kaki mereka tersembunyi di bawah meja dan menjadi sasaran empuk gigitan nyamuk Aedes.

Dr. Widiastuti MKM, selaku Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan  Propinsi DKI Jakarta menambahkan, penyakit demam berdarah di DKI Jakarta tidak hanya di musim hujan saja. Selama vector nyamuk masih ada, penyakit ini akan selalu ada. Tiga tahun terakhir, puncak wabah DB di DKI Jakarta terjadi di bulan April. “Dinkes DKI akan berkerjasama dengan BMKG membuat semacam pemodelan prediksi kasus DB di Jakarta, sehingga diharapkan puncak kasus DB setiap tahun dapat diprediksi dengan lebih akurat,” kata dr. Widia.

Tahun 2017, di Provinsi DKI Jakarta sudah tercatat 2.771 kasus dengan kematian hanya 1. Hal ini menunjukkan provinsi DKI cukup berhasil mengendalikan penyebaran nyamuk. Sejak tahun 2016, DKI Jakarta bukan lagi di urutan pertama dalam hal kasusu DB tertinggi. Sekarang diambil alih Jawa Barat disusul Jawa Timur dan baru DKI Jakarta. “DKI sangat aktif membasmi penyebaran nyamuk Aedes. DKI juga sangat reaktif terhadap setiap laporan kasus DB sehingga penanggulangannnya cepat,” ujarnya.

Cara yang dilakukan adalah sosialisasi melalui media, vidotron di lokasi strategis tentang bahaya DB, melalui bis keliling dan mendatangi sekolah-sekolah terutama SD yang merupakan populasi tinggi risiko.  “Kami melakukan pengendalian vector nyamuk secara fisik melalui para jumantik setiap Jumat di seluruh  RT di Jakarta. Kami juga memberdayakan masyarakat dengan 1 RT satu jumantik dan jumantik cilikpada siswa SD. Jumantik cilik ini tidak hany di sekolah tetapi juga di rumah ikut memantau jentik-jentik nyamuk,” jelas Widiastuti. (Foto : Andim)

Tags: , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: