Mengenal Multiple Myeloma yang Miliki Angka Tinggi Kematian

Meski jarang dan tidak sering, penyakit ini juga termasuk salah satu penyakit mematikan.
, Majalah Kartini | 27/04/2017 - 17:04

Mengenal Multiple Myeloma yang Miliki Angka Tinggi Kematian

MajalahKartini.co.id – Kanker bisa menyerang seluruh tubuh manusia termasuk pada bagian tersembunyi sekalipun. Misalnya, sumsum tulang belakang. Sekali pun namanya jarang terdengar, hal ini tentunya tetap tidak boleh kita sepelekan.

Dalam dunia medis, kanker sumsum tulang belakang ini disebut myeloma atau multiple myeloma, salah satu jenis kanker darah yang ditandai dengan pertumbuhan tidak terkendali dari sel plasma di dalam darah, yang bisa menyebabkan peningkatan kadar dari salah satu imunoglobulin yang ada di dalam tubuh. Istilah medis yang sering dipakai adalah monoklonal gamopati.

Multiple Myeloma dapat didiagnosis dengan melakukan serangkaian pemeriksaan seperti,

1. Pemeriksaan darah
Untuk menentukan Hb, fungsi ginjal, kadar elektrolit terutama kalsium, elektroforesis dan imunifiksasi untuk menentukan ada tidaknya peningkatan imunoglobulin.

2. Pemeriksaan pencitraan
Untuk mencari serta menentukan lokasi tulang yang keropos atau bahkan patah

3. Pemeriksaan genetik
Untuk melihat apakah ada gangguan kromosom yang mendasari terjadinya myeloma

Di Amerika Serikat, insiden per tahun penyakit ini sebesar 6,7 laki laki dan 4,1 perempuan per 100.000 penduduk. Kelompok usia yang sering terkena adalah diatas 60 tahun dengan puncaknya pasa usia 65 sampai 74 tahun dan diikuti kelompok usia 75 sampai 84 tahun. “Myeloma ini kebanyakan menyerang usia tua, namun pernah ada pasien diserang di usia 26 tahun,” jelas dr Toman Lumban Toruan, Sp. PD, KHOM di kawasan Sudirman, Jakarta Selatan, Kamis (27/4).

“Penderita penyakit ini tidak mempunyai keluhan khas tapi pada pasien yang kemudian terdiagnosis myeloma, sering ada gejala-gejala yang sering ditemukan oleh dunia medis,” tambahnya.

Dunia medis sering menemukan 4 tanda atau gejala yang disingkat CRAB.

1. HyperCalcemia
Kondisi dimana adanya tulang yang keropos akibat penyakit ini

2. Renal impairment
Kondisi yang ditandai dengan meningkatnya kadar kreatinin darah.

3. Anemia
Penurunan kadar Hb yang ditimbulkan oleh bercokolnya sel myeloma di dalam sumsum tulang.

4. Bone involvement
Kondisi dimana tulang sudah mulai menipis atau keropos dan kerap kali menimbulkan nyeri.

(Foto: ilustrasi)

Tags: , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: