Kenali Faktor Risiko dan Gejala Diabetes Jangan Sampai Terlambat

Semua penyandang diabetes memiliki risiko untuk mengalami komplikasi, sehingga penting dilakukan pengendalian.
, Majalah Kartini | 07/11/2017 - 14:12

MajalahKartini.co.id – Jumlah pasien diabetes di Indonesian mencapai 10 juta dan menduduki peringkat ke 7 di dunia. Usia diabetes semakin muda, 1 dari 5 penyandang diabetes masih berumur dibawah 40 tahun dengan jumlah 1.671.000 orang. Penyandang diabetes usia 40-59 tahun berjumlah 4.651.000 orang, sisanya berumur 60-79 tahun dengan jumlah sekira 2.000.000 orang.

Menyambut World Diabetes Day 2017 dalam media workshop “Cegah Komplikasi Diabetes Sedini Mungkin” dr. Wismandari Wisnu, Sp. PD-KEMD, RSPI hari ini Selasa (7/11) mengungkapkan bahwa diabetes yang tidak terkendali dan tidak ditangani dengan baik, dapat menimbulkan kerusakan pembuluh darah, saraf, dan organ tubuh yang kemudian menyebabkan berbagai penyakit seperti jantung, stroke, kebutaan, hingga luka pada kaki.

“Semua penyandang diabetes memiliki risiko untuk mengalami komplikasi, sehingga penting untuk melakukan pengendalian diabetes yang disiplin dan konsisten,” ujarnya.

Adapun faktor risiko munculnya komplikasi umunya apabila seseorang berumur lebih 45 tahun, berat badan berlebih atau gemuk, seseorang sudah masuk kategori pre-diabetes dengan level gula darah 100 -125 mg/dL. Faktor risiko juga muncul karena faktor genetik atau riwayat keluarga (orangtua, saudara kandung), kolesterol tinggi, darah tinggi melebihi 140/90 atau sedang minum obat, punya riwayat kardiovaskular seperti jantung dan stroke

“Faktor risiko lainnya yang dapat memicu komplikasi diabetes adalah wanita pernah melahirkan bayi berat lebih dari 4 kilogram, wanita yang kadar gula darahnya tinggi saat hamil, sukar hamil karena mengalami penyakit polikistik ovarium, kurang aktivitas fisik dan merokok,” jelas dr. Wismandari.

Ia menekankan bahwa kelompok risiko tinggi dengan hasil pemeriksaan glukosa plasma normal sebaiknya diulang setiap tiga tahun. “Dan bagi kelompok pre-diabetes pemeriksaan diulang tiap satu tahun,” ujarnya.

Diabetes Melitus merupakan sebuah kondisi kronis dimana tubuh tidak dapat menggunakan sumber energi (glukosa) yang terdapat dalam darah. Kondisi tersebut mengakibatkan kadar glukosa darah meningkat. Ada empat tipe diabetes yaitu diabetes tipe 1, diabetes tipe 2, diabetes gestational dan diabetes tipe lain.

Diabetes tipe 1 sering juga disebut dengan ketergantungan terhadap insulin atau insulin dependent diabetes mellitus (IDDM). Diabetes tipe 2 merupakan diabetes yang paling banyak terjadi, yaitu sekitar 90 persen dari semua kasus diabetes. Sedangkan diabetes yang terjadi selama masa kehamilan disebut diabetes gestasional.

Diabetes mempunyai gejala yang khas biasanya berupa sering haus, sering lapar, sering buang air kecil terutama malam hari, dan berat badan turun tanpa diketahui penyebabnya. “Gejala lainnya mudah mengantuk, cepat lelah, luka sukar sembuh, gatal, kakiytangan teasa baal/kesemutan, impotensi, keputihan dan penglihatan buram,” ujarnya.(Foto : Andim)

Tags: , , , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: