Kasus Difteri, Menkes Nila Minta Masyarakat Tak Resah

Merebaknya Kejadian Luar Biasa (KLB) difteri yang terjadi di beberapa kota dibutuhkan penanggulangan yang holistik.
, Majalah Kartini | 12/01/2018 - 16:01

 

MajalahKartini.co.id – Data Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa sampai dengan November 2017, ada 95 Kab/kota dari 20 provinsi melaporkan kasus Difteri. Sementara pada kurun waktu Oktober – November 2017 ada 11 provinsi yang melaporkan terjadinya KLB Difteri di wilayah kabupaten/kota-nya, yaitu 1) Sumatera Barat, 2) Jawa Tengah, 3) Aceh, 4) Sumatera Selatan, 5) Sulawesi Selatan, 6) Kalimantan Timur, 7) Riau, 8) Banten, 9) DKI Jakarta, 10) Jawa Barat, dan 11) Jawa Timur.

Dalam menyikapi terjadinya peningkatan kasus Difteri, menurut Menteri Kesehatan RI, Prof. dr. Nila Moeloek, Sp.M (K) harus benar-benar dilakukan oleh semua pihak secara holistik. “Kami selalu menekankan kepada masing-masing kepala dinas agar mensosialisasikan kebutuhan imunisasi, khususnya di kabupaten/kota yang terdampak,” ujar Nila saat ditemui di acara Forum Merdeka Barat 9, Jumat (12/1) di Kementerian Komunikasi dan Informasi.

Nila mengatakan persebaran penyakit difteri, saat ini sudah terdapat 959 kasus. Sampai hari ini tidak ada lagi laporan kasus difteri dari daerah.”Bahka sudah meuru jadi 85 kabutae/kot yg terdapt kasus difteri,” imbuhya,

Perlu dipahami, lanjut Nila, bahwa difteri bersifat endemik, tidak haya terjadi di Indonesia di luar negeri pun juga terkena. “Namun agar tidak risau berlebihan, difteri bisa dicegah dan diobati,” ujarnya.

Lalu bagaimana jika jumlah kasus difteri menurun, bagaimana dengan status KLB? Nila meminta bagi kabupaten/kota yang sudah melakukan ORi dan tidak ditemukan lagi kasus selama 4 minggu, maka kewajiban dinas kabuapten/kota mencabut status KLB. (Foto: Ecka Pramita)

Tags: , , , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: