Kanker Serviks Dapat Dicegah dengan Vaksin

Dua upaya pencegahan yakni primer serta pencegahan sekunder melalui skrining rutin.
, Majalah Kartini | 19/02/2018 - 12:02

MajalahKartini.co.id – Kanker serviks memang masih menjadi momok yang menakutkan bagi perempuan. Data GLOBOCAN 2012 menunjukan bahwa lebih dari satu perempuan meninggal setiap jamnya karena kanker serviks dan dilaporkan bahwa terdapat 58 kasus baru setiap harinya. Fakta ini juga menunjukan bahwa kanker serviks masih merupakan salah satu kanker pembunuh paling tinggi di Indonesia. Kurangnya edukasi dan pengetahuan mengenai kanker serviks masih menjadi faktor besar yang menyebabkan masih tingginya angka penderita satu-satunya kanker yang bisa dicegah ini.

Dokter kandungan dan ginekolog Siloam Hospital Semanggi dr. Ardiansjah Dara, SpOG mengatakan kanker serviks bukan karena faktor keturunan, tetapi penyebab utamanya adalah Human Papillomavirus (HPV). Untuk itu, kanker serviks seharusnya bisa dicegah dengan dua cara, yang pertama dengan pencegahan primer melalui vaksinasi HPV dan edukasi kesehatan, serta pencegahan sekunder melalui skrining rutin (Pap Smear, Tes IVA, Tes HPV DNA).

“Kanker serviks bukan penyakit keturunan seperti kanker payudara yang diturunkan ibunya, melainkan disebabkan virus HPV yang disebebkan aktivitas seksual (penyebab utama meskipun ada penyebab lain). Jadi laki-laki harus menjaga perilakunya agar tidak membawa virus ini ke rumah,” jelas dr. Dara dalam Talk Show Cegah Kanker Serviks yang diselenggarakan Koalisi Indonesia Cegah Kanker Serviks (KICKS) bersama Bracelet of HOPE dan Senayan City Mall di Jakarta, Sabtu (17/2).

Baca juga: KICKS-Bracelet of HOPE Kampanyekan #CegahKankerServiks

Lebih lanjut ia menerangkan bahwa kebanyakan kasus inveksi virus HPV ini tidak menunjukkan gejala ataupun tanda khusus, sehingga kebanyakan perempuan yang menderita kanker serviks tidak menyadarinya. “Meskipun tidak ada gejala tapi kalau sudah stadium lanjut biasanya berdarah setelah berhubungan seksual. Perdarahan pasca senggama salah satu gejala kanker serviks,” katanya.

Di luar negeri, kata dr. Dara wanita terinveksi virus HPV rata-rata usia muda, karena di usia itu mereka lebih aktif melakukan aktivitas seksual. “Dibutuhkan edukasi yang berkelanjutan kepada masyarakat luas, terutama perempuan lndonesua akan pentingnya langkah pencegahan ini,” jelas dr. Dara. Di Indonesia, separuh wanita yang didiagnosis menderia kanker serviks beruasi 35-55 tahun, namun banyak diantara mereka mungkin tetinveksi HPV di masa remajanya.

Sehingga, memang perlu adanya gerakan-gerakan seperti yang dilakukan oleh KICKS dan Bracelet of HOPE ini untuk memastikan masyarakat Iebih peduli dengan masalah ini. “Saya juga berharap masyarakat dapat Iebih termotivasi dan tergerak untuk segera melakukan tindakan nyata dalam melindungi dirinya, karena bagaimanapun mencegah Iebih baik daripada mengobati,” katanya lagi.(Foto : Andim)

Tags: , , , , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: