Fakta Tentang Difteri dan Langkah yang Harus Diambil

Difteri merupakan penyakit yang sangat menular yag disebabkan oleh kuman Corynebacterium diptheriae.
, Majalah Kartini | 12/01/2018 - 19:03

MajalahKartini.co.id – Difteri menimbulkan gejala dan tanda berupa demam yang tidak begitu tinggi, 38ºC, munculnya pseudomembran/selaput di tenggorokan yang berwarna putih keabu-abuan yang mudah berdarah jika dilepaskan, sakit waktu menelan, kadang2 disertai pembesaran kelenjar getah bening leher dan pembengkakkan jaringan lunak leher yang disebut bullneck.

Sekretaris Satgas Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia, Soedjatmiko mengatakan gejala yang paling khas adalah sesak napas dan suara mengorok serta rasa sakit di kerongkongan. Difteri dapat mengeluarkan toksin berupa racun yang bisa melumpuhkan ginjal, saluran pernafasan, saraf dan jantung yang berakibat kematian.

Perlu diketahui difteri bisa menular melalui percikan ludah, ingus, batuk, bersin, bicara, dan jarang kejadian kontak kulit. Masa inkubasi sampai 5 hari  dari tertular.

Untuk itu, lanjut dia, perlu segera diperiksa pada anak apakah didapatkan gejala difteri. “Semua orang tua hars membuka mulut anaknya yang besar, liat lapisan putih tebal, segera bawa ke dokter untuk membuktikan difteri atau tidak,” ucapnya.

Difteri dapat  dimatikan dengan antiobiotik serta ABS untuk menetralisir racun.
Vaksin/ORI juga dilakukan untuk melindungi, meskipun imunisasinya sudah lengkap. DPT sampai minimal 4 kali sampai sebelum masuk SD.Jadwal imunisasi juga berubah, tambah 3 kali. Sementara bagi orang  dewasa prioritas yang kontak dengan pasien difteri. (Foto: Ecka Pramita/Ilustrasi Jawa Pos)

Tags: , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: