Fakta Si Golongan Darah Rhesus Negatif

Rhesus adalah sistem penggolongan darah berdasarkan ada atau tidaknya protein antigen D di permukaan sel darah merah.
, Majalah Kartini | 21/11/2016 - 07:00

MajalahKartini.co.id – Sistem penggolongan darah biasa dikenal adalah sistem ABO (golongan darah A, B, AB dan O), sedangkan dalam sistem rhesus golongan darah terbagi menjadi dua yaitu rhesus positif dan rhesus negatif. Kedua sistem penggolongan ini berbeda satu sama lain.

Rhesus adalah sistem penggolongan darah berdasarkan ada atau tidaknya protein antigen D di permukaan sel darah merah, nama lainnya adalah faktor Rhesus atau faktor Rh. Nama ini diperoleh dari monyet jenis Rhesus yang diketahui memiliki faktor ini pada tahun 1940 oleh Karl Landsteiner. Seseorang yang tidak memiliki faktor Rh di permukaan sel darah merahnya memiliki golongan darah Rh- (Rhesus Negatif). Mereka yang memiliki faktor Rh pada permukaan sel darah merahnya disebut memiliki golongan darah Rh+ (Rhesus Positif).

Lici Murniati selaku Ketua Umum Rhesus Negatif Indonesia (RNI) dalam media gathering yang diselenggarakan Bethsaida Hospital di Tangerang, Sabtu (29/11) mengatakan bahwa beberapa orang menyebut rhesus negatif merupakan darah langka. “Sebanyak 85% penduduk dunia memiliki faktor rhesus (Rh+) dalam darahnya, sementara 15% nya memiliki faktor rhesus (Rh-). Rhesus negatif biasanya sering dijumpai pada orang-orang dengan ras Kaukasian (Kulit Putih). Di Indonesia berdasarkan data Biro Pusat Statistik 2010, jumlah pemilik rhesus negatif kurang dari 1% penduduk atau sekitar 1,2 juta orang,” jelas Lici.

RNI yang merupakan komunitas yang murni bergerak dalam bidang sosial kemasyarakatan (Non Profit) yang dibentuk atas dasar kesamaan rhesus darah dan ketergantungan yang tinggi antar sesama pemilik darah rhesus negatif, sehingga jika suatu saat ada salah satu di antara pemiliknya membutuhkan transfusi dapat teratasi dengan cepat. “Akfitas utama kami adalah terus mencanangkan gerakan sadar rhesus. Hal ini karena dari kasus-kasus yang masuk permintaan kebutuhan darah adalah baru mengetahui rhesus negatif pada saat butuh transfusi,” lanjut Lici.

Lebih lanjut perempuan ber rhesus negatif ini juga mengungkapkan, RNI ini bertujuan untuk membuka mata dan merubah mindset masyarakat Indonesia bahwa Rhesus negatif ini biasa-biasa saja dan bisa menjalani hidup normal seperti orang lain. “Di luar negeri, orang dengan rhesus negatif beranggapan bahwa dirinya alien. Dan masih banyak anggapan bahwa rhesus negatif adalah kelainan darah, penyakit atau penyebab penyakit. Yang benar adalah rhesus negatif hanya merupakan salah satu varian Golongan Darah. Mari kita syukuri pemberian Tuhan yang spesial ini,” lanjut Lici. (Foto : Andim)

Tags: , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: