Fakta Diet Alkaline yang Sedang Kekinian

Diet adalah mengatur pola makan bukan mengurangi makan, salah satunya adalah diet alkaline.
, Majalah Kartini | 22/01/2017 - 13:04

Fakta-Diet-Alkaline-yang-Sedang-Kekinian

MajalahKartini.co.id – Diet alkaline adalah salah satu dari sekian banyak jenis diet yang kekinian di kalangan selebritas Hollywood. Dimana PH darah itu menentukan kesehatan seseorang. Jansen Onko, Konsultan Nutrisi dan pengamat gaya hidup mengungkapkan, seseorang yang mempunyai edukasi yang tidak jelas otomatis mereka akan mengatakan plain-plain tertentu diet alkaline mineral water harus mengonsumsi buah-buahan dan sayur.

“Kebanyakan orang yang menjalani diet alkaline ini akan menjadi vegetarian karena mereka akan menganggap makanan hewani itu esidik atau asam bukannya basah. Sehingga makanan hewani membuat tubuh kita menjadi asam. Ada klaim mengatakan bahwa sel kanker itu bertumbuh pada darah yang asam,” papar Jansen saat diskusi Ngobras di Nutrifood Inspiring Center Jakarta, Senin (16/1).

Sedangkan, kata dia, asam tubuh diregulasi oleh tubuh sendiri bukan karena apa yang dimakan. Jika tubuh kita tidak sehat, otomatis PH-nya juga akan terganggu. Apabila orang memiliki PH darah yang tidak beraturan, orang itu harus menjalani cuci darah. “Intinya masyarakat itu harus mengklarifikasi dulu benar atau salah suatu metode atau informasi yang beredar di masyarakat sedangkan sumbernyapun tidak jelas dan ditulis oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab,” bebernya.

Sedangkan penderita diabetes lanjut dia, boleh mengonsumsi buah-buahan asal tahu jumlahnya dan tidak dikombinasikan dengan nasi atau kentang. Kemudian ada juga yang menyarankan untuk mengonsumsi menggantikan nasi putih dengan kentang yang dikupas, sedangkan kentang dikupas dengan nasi putih itu sama saja. “Kalau mau makan dengan kentang, makan dengan kulitnya karena kandungan serat yang ada di dalam kulit kentang itu sangat tinggi. Jadi menjalani pola hidup sehat itu mahal, susah dan butuh perjuangan yang besar, padahal tidak,” kata Jansen.

Pada kasus lain, ada pertanyaan “Apakah benar si daging merah itu menyebabkan kanker?” Jansen menjawab itu tergantung dengan cara pengolahan yaitu, jangan memanggang daging sampai gosong hingga berwarna hitam, maka sebaiknya sebelum di panggang daging diolesi terlebih dahulu.
“Karena gosong yang ada hitam-hitamnya itu yang bersifat karsinogenik. Itu yang bisa membantu perkembangan sel kanker. Tapi, sel kanker itu sendiri bisa dicegah dengan mengonsumsi buah dan sayur atau antioksidan. Kandungan antioksidan itu kaya pada buah dan sayur,” ungkapnya.

Contoh lain, pola makan sehat misalnya makan ayam bakar dan diimbangi dengan timun dan selada. Bukan karena daging merah yang menyebabkan kanker walaupun dua tahun yang lalu ada yang mengatakan meningkatnya risiko kanker terhadap konsumsi daging merah. “Tapi, setelah dilihat variabel-variabelnya yang diteliti di studi itu yang salah adalah cara pengolahannya. Daging merah bisa saja dikonsumsi dengan proses di sup itu tidak apa-apa dan juga harus cukup makan sayur dan buah,” katanya lagi. (Foto : Andim)

Tags: , , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: