Deteksi Dini Kanker Payudara dengan Mamografi

Penyediaan mobil mamografi adalah salah satu bentuk dukungan untuk mengedukasi masyarakat dan mempromosikan deteksi dini kanker.
, Majalah Kartini | 21/11/2016 - 11:00

MajalahKartini.co.id – Mamografi dianjurkan dilakukan pada semua perempuan berusia di atas 35 tahun dan tidak sedang hamil. Perempuan menstruasi juga bukan kontraindikasi mamografi, hanya saja dikhawatirkan sedikit lebih sensitif denga rasa tidak nyaman selama pemeriksaan. “Namun alat mamografi yang ada di mobil mamografi YKPI adalah alat terbaru yang sudah tidak menyebabkan nyeri atau tidak nyaman saat dilakukan pemeriksaan,” jelas dr. Hardina Sabrida MARS dari RS Kanker Dharmais yang bertugas di mobil mamografi YKPI dalam rilisnya, Jumat (18/11).

Hardina yang selama dua tahun terakhir rutin melakukan deteksi mamografi di mobil mamografi ini menjelaskan bahwa minimal ditemukan satu kasus kelainan benjolan payudara yang terindikasi kanker ganas dalam satu kali kegiatan pemeriksaan (peserta 50 orang). Berdasarkan data dari unit mobil mammografi milik Yayasan Kanker Payudara Indonesia [YKPI] tahun 2015, dari jumlah 3.427 pasien yang diperiksa, yang terdeteksi memiliki tumor jinak sebanyak 428 orang dan ada 47 orang yang dicurigai memiliki kanker ganas.

Lucia Erniawati, Head of Corporate Affairs and Access PT Roche Indonesia menjelaskan komitmen Roche dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai kanker melalui peringatan Hari Kesehatan Nasional 2016. “Sebagai mitra Kemenkes RI, PT Roche Indonesia terus mendukung penguatan upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan melalui payung besar kampanye Kalahkan Kanker,” ujar Lucia.

Levih lanjut ia mengatakan, “Kami juga berupaya merangkul dan menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk organisasi pasien seperti YKPI. Penyediaan mobil mamografi pada kegiatan tahunan ini adalah salah satu bentuk dukungan kami untuk mengedukasi masyarakat dan mempromosikan deteksi dini kanker. Dengan demikian, kita bisa bersama-sama mewujudkan Indonesia yang lebih sehat”, ujar Lucia.

Situs web www.KalahkanKanker.com menyediakan informasi lengkap seputar kanker. Masyarakat juga dapat menambah pengetahuan dengan mengikuti kuis dan mengunduh materi edukasi seperti booklet dan leaflet secara gratis dan mudah.

Indonesia sedang mengalami transisi epidemiologi yang ditandai dengan meningkatnya kematian dan kesakitan akibat penyakit tidak menular. Pada periode 1990-2015, terjadi peningkatan kematian akibat penyakit tidak menular (dari 37% menjadi 57%), penurunan kematian akibat penyakit menular (dari 56% menjadi 38%), serta peningkatan kematian akibat kecelakaan (dari 7% menjadi 13%).

Tren ini kemungkinan akan berlanjut seiring dengan perubahan perilaku hidup, seperti pola makan dengan gizi tidak seimbang, kurang aktivitas fisik, merokok, dan lain-lain. Oleh karena itu, penanggulangan penyakit tidak menular semakin menjadi perhatian dan penting untuk dilakukan.

GERMAS bertujuan untuk menurunkan beban penyakit menular dan tidak menular, menghindarkan terjadinya penurunan produktivitas penduduk, menurunkan beban pembiayaan pelayanan kesehatan karena meningkatnya penyakit dan pengeluaran kesehatan, serta penguatan sistem kesehatan melalui pendekatan siklus hidup, Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), serta pemerataan layanan. Dengan fokus pada tiga kegiatan, yakni meningkatkan aktivitas fisik, konsumsi sayur dan buah, serta deteksi dini penyakit tidak menular, GERMAS dilakukan sebagai penguatan upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan.

Kegiatan mamografi gratis selama 2 hari, 18-19 November 2016 ini dalam rangka mempromosikan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) kerjasama Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI), dengan dukungan PT Roche Indonesia dan YKPI untuk memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) 2016. (Foto: YKPI)

Tags: , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: