Begini Cara Mensiasati Adiksi Karbohidrat

Anda mengalami adiksi karbohidrat, bagaimana cara mengatasi agar tidak berlebihan mengonsumsi karbohidrat?
, Majalah Kartini | 20/10/2016 - 08:00

MajalahKartini.co.id – Pada artikel sebelumnya telah dibahas dengan jelas mengenai adiksi karbohidrat atau konsumsi karbohidrat secara berlebihan dan makanan cepat saji yang tinggi lemak, garam serta gula. Dr. Grace Judio-Kahl, Msc, pakar Bariartic Phisician memberikan tips bagaimana mensiasati adiksi karbohidrat, sebagai berikut:

-Body Scanning (refleksi diri)
Suatu metode yang digunakan untuk merefleksikan keinginan craving dengan menanyakan pada diri sendiri mengenai apa yang sebenarnya yang diinginkan oleh tubuh. Apakah makanan tersebut hanya sekedar diinginkan oleh mata, hati atau memang diinginkan oleh perut alias kebutuhan energi dan nutrisi. Menganalisa tubuh (body scanning) adalah suatu cara refleksi jasmani yang memikirkan bagian tubuh mana yang benar-benar membutuhkan makanan yang di craving atau diinginkan.

– Makan makanan yang dengan porsi dan nutrisi yang seimbang Untuk memperoleh gizi seimbang, melalui konsumsi karbohidrat kompleks, protein, lemak, vitamin dan mineral.Umumnya pola makan gizi seimbang digambarkan sebagai piramida.

Namun, kini dapat digunakan panduan piring makan untuk memenuhi gizi seimbang, sebagai berikut :
> 1/2 dari piring makan terdiri dari sayur dan buah-buahan yang mengandung banyak vitamin. Maksimalkan dengan konsumsi dari beragam jenis dan warna.
>1/4 dari piring diisi dengan protein. Dapat memilih ikan, ayam atau kacang-kacangan. Batasi konsumsi daging merah ataupun daging olahan seperti sosis.
> 1/4 dari piring makan dengan karbohidrat kompleks yang dipenuhi dengan biji-bijian utuh dari beras, gandum atau pasta. Kandungan gula dari roti atau beras berwarna putih tergolong tinggi, sebaiknya berhati-hati untuk yang memiliki masalah dengan gula darah.
> Konsumsi air putih sejumlah 8 gelas sehari agar tubuh tetap terhidrasi serta batasi konsumsi gula, garam, & lemak.

– Konsumsi Makanan dengan kadar Low Glycemic Index untuk mengatasi tingginya gula darah. Giycemic Index atau GI adalah untuk mengukur bagaimana makanan berkarbohidrat dapat meningkatkan kadar gula darah. Makanan dengan index GI yang tinggi dapat meningkatkan glukosa darah lebih cepat dari makanan dengan index GI yang medium atau rendah.

Di bawah ini adalah contoh makanan berdasarkan GI:
> Makanan dengan kadar GI rendah (55 atau kurang) : 100% roti gandum tanah atau gandum hitam; Oatmeal, oat bran, muesli; Pasta, nasi, barley, sulgar; Ubi, jagung, talas, selai kacang, kacang polong, legumes dan Ientils; Buah-buahan, sayuran tanpa getah dan wortel.
> Makanan dengan kadar GI sedang I (56-69): Gandum utuh, rye dan roti pita; Oatmeal cepat saji; Brown, wild or basmati rice, couscous.

– Makanan dengan kadar GI tinggi (70 atau lebih): Roti atau bagel; Corn flakes, puffed rice, bran flakes, oatmeal cepat saji; Butir nasi, nasi pasta, makaroni keju yang dicampur Kentang, labu; Pretzels, kue beras, berondong jagung, biskuit asin; Melon dan nanas.

– Mengganti dengan makanan rendah kalori. Mengganti makanan yang diinginkan dengan makanan serupa yang mengandung kalori lebih rendah. Misalnya mengganti coklat batangan yang mengandung 1.146 kalori dengan segelas susu coklat yang hanya mengandung 88 kalori.

– Awasi asupan gula, garam dan kalori Garam dan gula merupakan bahan-bahan utama yang ditemukan dalam industri makanan kemasan. Membaca label gizi dapat membantu anda memilih di antara produk kemasan dan dapat membantu anda dalam pemilihan konsumsi yang baik.

“Menurut pedoman Permenkes 30 Tahun 2013, konsumsi gula yang dianjurkan tidak boleh lebih dari 50 gram atau 6 sendok makan per orang, sehari, dan konsumsi garam tidak boleh melebihi 5 gram atau 1 sendok teh per orang, per harinya,” kuncinya. (Foto: Ecka Pramita)

Tags: , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: