Begini Cara Deteksi Dini Kanker Payudara

Hal pertama yang harus diingat dan diwaspadai adalah kanker payudara sangat jarang menyebabkan nyeri.
, Majalah Kartini | 08/02/2018 - 09:02


MajalahKartini.co.id – Pencegahan dan deteksi dini adalah hal yang sangat penting. Hal pertama yang harus diingat dan diwaspadai adalah kanker payudara sangat jarang menyebabkan nyeri. Jika ditemukan luka/borok itu artinya sudah stadium lanjut. dr. M. Yadi Permana, Sp. B (K) Onk Dokter Spesialis Bedah Konsultan Bedah Onkologi Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI) mengingatkan agar dilakukan Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI).

Pertama, dengan berbagai posisi, mulai dari berdiri dengan lengan di kedua sisi tubuh, lalu angkat lengan ke atas kepala. Lanjutkan dengan menekan kedua tangan di pinggang, lalu gerakkan kedua lengan dan siju ke depan sambil mengangkat bahu. Perhatikan tanda seperti perubahan ukuran atau bentuk payudara, adanya cekungan di kulit, perubahan bentuk puting, dan adanya nyeri yang terus menerus.

Cara kedua, berbaring dan letakkan sebuah bantal kecil di bawah bahu kanan. Letakkan tangan kanan di bawah kepala. Gunakan ketiga jari tangan kiri untuk memeriksa seluruh payudara kanan termasuk daerah puting. Periksa mulai dari daerah ketiak, lalu daerah luar payudara dan melingkar hingga ke daerah puting “Perhatikan tanda adanya benjolan di payudara atau di ketiak, daerah yang terasa menebal di payudara. Tekan puting dengan lembut untuk melihat adanya cairan atau darah yang keluar. Ulangi langkah 2 dan 3 untuk payudara kiri,” jelasnya.

Selain sadari Anda juga bisa melakukan SADANIS (Periksa Payudara Klinis) oleh Dokter. Wanita pada usia 20-39 tahun sebaiknya menjalani pemeriksaan klinis payudara oleh dokter sebagai bagian dari Medical Check Up setidaknya tiga tahun sekali. Setelah usia 40 tahun, pemeriksaan klinis payudara harus dilakukan setidaknya sekali dalam satu tahun.

Deteksi dini kanker payudara lainnya dengan pemeriksaan radiologi seperti Mammografi, USG (Ultrasonography) Payudara, Magnetic Resonance Imaging (MRI) dan Positron Emission Tomography (PET) Scan. Pemeriksaan dengan mammografi dimana payudara akan ditekan oleh dua plat untuk meratakan dan menyebarkan jaringan Keadaan ini mungkin menimbulkan rasa tidak nyaman, tetapi sangat penting untuk menghasilkan gambar mammogram yang baik dan ”dapat dibaca”.

USG payudara adalah pemeriksaan payudara menggunakan gelombang suara. USG dapat membedakan benjolan berupa tumor padat atau kista. “USG biasa digunakan untuk mengevaluasi masalah payudara yang tampak pada mammogram dan lebih direkomendasikan
pada wanita usia muda (di bawah 30 tahun) MRI” ujar dr. M.Yadi.

Adapun MRI merupakan alat deteksi kanker yang lebih sensitif dari mammografi. Tetapi MRI memiliki nilai positif palsu yang lebih tinggi, maksudnya sering muncul gambaran kelainan payudara yang ternyata bukan kanker. PET Scan ini adalah pemeriksaan terbaru yang dapat menggambarkan anatomi dan metabolisme sel kanker. Zat kontras disuntikkan lewat vena dan akan diserap oleh sel kanker. Derajat penyerapan zat kontras oleh sel kanker dapat menggambarkan derajat histologis dan potensi agresivitas tumor. (Foto: Ilustrasi)

Tags: , , , , , , , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: