4 Faktor Membuat Orang Susah Berhenti Merokok

Empat faktor ini yang menyebabkan para perokok sangat susah untuk mulai berhenti merokok.
, Majalah Kartini | 01/02/2017 - 09:02

43 3 Persen Perempuan Idap Kanker Paru Akibat Rokok

MajalahKartini.co.id – Terdapat 4 faktor yang bisa membuat orang susah berhenti merokok yaitu: Pertama adiksi (ketagihan); Kedua adanya rasa nyaman yang dirasakan oleh perokok secara fisiologis seperti kurangnya nafsu makan, meningkatnya pemikiran, dan berkurangnya rasa stress itulah yang dirasakan oleh perokok itu; Ketiga, karena perilaku dan situasi sebuah kebiasaan yang setiap harinya dia ngopi sambil merokok, duduk-duduk sambil merokok dan jika ia ingin berubah harus ada hal yang bisa bikin dia merubah kebiasaannya tersebut; Keempat, pengaruh lingkungan kerja, lingkungan sekolah.

“Empat faktor ini yang menyebabkan para perokok sangat susah untuk mulai berhenti merokok. Bukan berarti dia tidak bisa berhenti merokok. Hal pertama yang harus dipunyai adalah niat dan motivasi untuk berhenti merokok. Hal kedua perlunya dukungan bagi rerokok untuk merubah kebiasaannya untuk berhenti merokok dan merubah kebiasaannya. Jika masih tidak bisa dapat meminta bantu dari medis,” jelas Dr. dr Agus Dwi Susanto, Sp.P(K) selaku Ketua Divisi Penyakit Paru Kerja dan Lingkungan, RSUP Persahabatan.

Dilihat dari dampaknya, rokok terbagi tiga kelompok yaitu: Pertama, perokok aktif ialah orang yang menghisap rokok; Kedua adalah perokok pasif dalam hal ini orang yang menghisap asap rokok yang dikeluarkan oleh perokok aktif; dan Ketiga, Hand Smoker yaitu seseorang yang terkena barang atau sesuatu yang tertempel asap roko, asap rokok biasanya tertempel di barang-barang yang ada di sekitar perokok seperti baju, celan, rambut, dinding, sofa dan masih banyak lagi yang ada kemukinan terkena asap rokok.

Baca juga: 43,3 Persen Perempuan Idap Kanker Paru Akibat Rokok

“Asap rokok yang menempel itu bisa bertahan selama berbulan-bulan dan itu bisa dihisap oleh orang yang berada disitu. Dilihat dari penelitian, perokok pasif dan seseorang yang terekspos barang yang terkena asap rokok, kandungan nikotin yang ada dalam tubuhnya 4-5 kali lebih banyak dari pada perokok aktif. Jika di biarkan bertahun-tahun pastinya akan menumpuk di dalam tubuh padahal yang bersaangkutan tidak merokok,” papar dr. Agus.

Kanker paru-paru memiliki stadium 1, 2, 3, dan 4. Sebagian besar pasien yang datang ke rumah sakit sudah berada dalam stadium 3 karena deteksinya yang terlambat. Biasanya, kata dr. Agus, kanker paru-paru ini diketahui jika sudah menyerang organnya dan jika masih kecil itu tidak disadari. “Apabila kanker paru-paru sudah stadium 3 dan 4 lanjut dia, kita bicara bukan pasien bisa sembuh atau tidak tapi berapa lama pasien bisa bertahan hidup. Sejauh ini melakukan pengobatan unntuk kanker paru-paru bukan untuk menyembuhkan tapi untuk memperpanjang,” katanya lagi.

Jika pasien diketahui baru kanker paru-paru stadium 1 kemudian dioperasi maka ada kemungkinan untuk sembuh total. Tapi, lanjut dr. Agus sangat jarang jika seseorang yang menderita kanker paru mengetahui jika ia mengidap kanker paru stadium 1. “Biasanya itu proses ia tahu bahwa ia terkena kanker stadium 1 tidak disenggaja kecuali jika ia selalu rutin melakukan medical checkup karena tanda-tanda kanker paru-paru stadium 1 itu belum terlihat,” tandasnya. (Foto: Andim)

Tags: , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: