Pencegahan Kanker Payudara dan Mitos Alat Kontrasepsi

Tingkat hormon estrogen dan progestin permepuan  yang tinggi memang dapat memicu pertumbuhan dari sel kanker
, Majalah Kartini | 31/10/2017 - 21:03

MajalahKartini.co.id – Kanker payudara masih menjadi masalah kesehatan utama bagi perempuan di dunia, termasuk Indonesia. Peringatan International Pink Ribbon Day setiap 26 Oktober, menggugah kita akan pentingnya perilaku gaya hidup sehat untuk mengurangi risiko utama penyebab kematian terbesar akibat kanker di Indonesia setiap tahunnya ini.

Masih banyak mitos yang beredar mengenai penggunaan kontrasepsi hormonal dalam jangka panjang yang berpengaruh pada peningkatan risiko kanker, yang tak jarang menyebabkan keraguan calon akseptor untuk menggunakan kontrasepsi. Untuk itu, diperlukan peran tenaga medis seperti Dokter Obsgyn maupun Bidan guna meluruskan mitos tersebut.

Sampai saat ini belum ada studi yang adequate untuk menjelaskan hubungan antara penggunaan kontrasepsi hormonal dan kanker. Pada dasarnya, risiko kanker akan meningkat pada perempuan yang memiliki riwayat kanker dalam keluarga-nya, serta tidak menjaga pola hidup sehat. Studi menunjukkan bahwa penggunaan kontrasepsi justru akan meningkatkan kesehatan seorang wanita, dengan beberapa manfaat di antaranya mengurangi risiko kanker ovarium, mengurangi jerawat, serta mengurangi risiko endometriosis.

Tingkat hormon estrogen dan progestin permepuan  yang tinggi memang dapat memicu pertumbuhan dari sel kanker. Akan tetapi, kanker dipicu oleh hal yang kompleks dan multi faktor, tidak hanya dari satu sumber saja. Selain itu, kontrasepsi hormonal yang memiliki kadar estrogen tinggi sudah tidak dipasarkan lagi mulai tahun 1980an. Sehingga kontrasepsi hormonal yang ada dipasaran saat ini sudah mengandung kadar hormon yang rendah dan aman untuk digunakan.

Berikut panduan dalam memilih metode kontrasepsi yang aman bagi calon akseptor Ibu Bidan untuk dapat membantu mengurangi risiko kanker:
Bagi calon akseptor yang memiliki risiko kanker payudara disarankan untuk menggunakan IUD, pilih IUD non hormonal. Selain efektif dan efisien, metode kontrasepsi jangka panjang seperti IUD tidak mempengaruhi produksi serta kualitas ASI, sehingga aman digunakan bagi ibu menyusui. Untuk akseptor yang memiliki risiko kanker serviks, disarankan untuk menggunakan metode kontrasepsi berupa pil KB, KB Suntik atau implan.

Pahami dulu karakter tubuh calon akseptor sebelum memilih kontrasepsi dan kenali dominasi hormonal pada tubuh calon akseptor. Selain dari segi kesehatan, faktor kualitas, keterjangkauan dan kenyamanan juga perlu dipertimbangkan sebelum calon akseptor memilih untuk menggunakan alat kontrasepsi. (Foto: Mountain Magazine)

Tags: , , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: