Kontroversial, Teknik Pembuahan Libatkan 3 Orang Tua Sekaligus

Campuran DNA dari ketiga orang tua ini menjadi teknik yang ramai di masyarakat Amerika.
, Majalah Kartini | 06/04/2017 - 16:40

Kontroversial, Teknik Pembuahan Libatkan 3 Orang Tua SekaligusMajalahKartini.co.id – Tahun lalu, sebuah klinik kesuburan di Amerika Serikat mengklaim telah menciptakan bayi pertama dengan tiga orangtua di dunia. Mereka memberikan harapan kepada pasangan tanpa anak dan keluarga yang memiliki gangguan mitokondria. Bayi laki-laki ini lahir dari pasangan asal Yordania dengan teknik kontroversial, yakni mencampurkan DNA dari tiga orang. DNA dari kedua orangtuanya dan sejumlah DNA genetik dari donor.

Setelah berbulan-bulan peredebatan sengit dan adu spekulasi, para peneliti telah mengungkapkan rincian konsepsi ‘pembuatan’ anak dalam jurnal Reproductive Biomedicine Online (RBMO). Studi tersebut dipimpin oleh pemimpin dokter klinik, John Zhan. Ia menggambarkan bahwa prosedur terapi penggantian mitokondria atau MRT yang membantu kelahiran seorang bayi laki-laki yang sehat dan membawa sindrom Leigh.

Sindrom ini merupakan neurologis progresif ini yang disebabkan mutasi DNA pada mitokondria ibu. “30 tahun yang lalu, penyakit langka ini ditemukan terkait dengan mitokondria yang bermutasi pada sel manusia,” ungkap Jacques Cohen, direktur ART Institute of Washington, Virginia.

Ia mengatakan, untuk pertama kalinya, telur dengan mitkondria yang abnormal dapat berubah berkat mikondria normal dari sel telur seorang donor. “Ini merupakan perubahan besar dari teknologi dan keunggulan yang jelas bagi wanita yang berisiko menurunkan penyakit tersebut pada generasi berikutnya,” terang Bart Fauser, profesor dan editor in chief dari RBMO.

Telur ini kemudian dibuahi oleh sperma sang ayah dan ditransfer ke rahim ibu. Bayi laki-laki ini lahir setelah 37 kehamilan dan berhasil menjalani persalinan yang lancar. Pengumuman teknik MRT ini disambut berbagai perdebatan dari berbagai belahan dunia, karena tekniknya yang terbilang kontroversial. Studi ini mencatat bahwa orangtua bayi perlu menandatangani formulir persetujuan dan bersedia menjalani teknik eksperimental. Demikian dilansir dari laman Zeenews, Kamis (6/4). (Foto: zeenews/ilustrasi)

Tags: , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: