Kematian Ibu Mengandung dan Melahirkan Menurun

Temuan untuk Asia Tenggara mencakup selama 25 tahun terakhir, harapan hidup meningkat di seluruh wilayah.
, Majalah Kartini | 11/10/2016 - 07:00

MajalahKartini.co.id – Pada tahun 2015, harapan hidup di Vietnam adalah 75 tahun, di Filipina71, di Indonesia 71, dan di Laos 67. Meskipun sudah ada kemajuan luar biasa di dunia dalam pengurangan kematian anak-anak, secara global 5,8 juta anak-anak berusia di bawah 5 tahun meninggal pada tahun 2015.

Dari angka global itu, 11.603 dari jumlah kematian itu ada di Kamboja, 3.274 di Malaysia, dan 2.642 di Sri Lanka. Meskipun jumlah kematian anak-anak tertinggi di antara semua negara tersebut ada di Kamboja, penurunan paling luar biasa terlihat antara tahun 1990 dan 2015.

Banyak negara di Asia Tenggara telah mampu mengurangi angka kematian ibu yang mengandung atau baru melahirkan. Misalnya, jumlah kematian saat melahirkan pada tahun 2015 di Indonesia adalah 8.937, turun dari 18.715 di tahun 1990. Di Vietnam, rasio kematian saat melahirkan turun dari 47 kematian 100.000 kelahiran hidup menjadi 16 kematian antara tahun 1990 dan 2015.

Laporan ini dirilis pada acara yang turut disponsori oleh IHME, The Lancet, dan Bank Dunia di Washington, DC. Studi ini dilakukan pada tahun 1990 dengan dukungan dari Bank Dunia.Tahun ini, para peneliti menganalisa setiap negara menggunakan Indeks Sosiodemografik, memeriksa tingkat pendidikan, kesuburan, dan pendapatan. Pengelompokan baru ini jauh melampaui penggolongan yang telah berlangsung lama, yaitu antara negara “maju” versus “berkembang” atau penggolongan ekonomi yangberdasarkan tingkat pendapatan.

Makalah enam halaman ini berisi analisis mendalam tentang penyebab kematian, angka hidup setelah melahirkan, kematian anak-anak berusia di bawah 5 tahun, beban penyakit dan harapan hidup keseluruhan, tahun hidup yang dijalani dalam keadaan cacat, dan faktor-faktor risiko yang mengarah ke hilangnya kesehatan.

Di sebagian besar negara dunia, melahirkan lebih aman bagi para ibu dan bayi baru lahir saat ini dibandingkan 25 tahun yang lalu. Jumlah kematian saat melahirkan secara global menurun sebanyak sekitar 29% sejak tahun 1990, dan rasio kematian saat melahirkan turun 30%, dari 282 per 100.000 kelahiran hidup di tahun 1990 ke 196 di tahun 2015.

“Pembangungan mendorong kesehatan, tapi bukan merupakan penentu kesehatan,” kata Dr. Christopher Murray, Direktur Institute of Health Metrics and Evaluation (IHME) di University of Washington in Seattle, pusat pengatur badan usaha GBD melalui rilis yang diterima majalahkartini.co.id.

“Kami melihat negara-negara yang telah mengalami kemajuan jauh lebih cepat daripada yang bisa dijelaskan berdasarkan pendapatan, pendidikan, atau kesuburan. Dan kami juga terus melihat negara-negara termasuk Amerika Serikat yang jauh kurang sehat daripada seharusnya, mengingat sumber daya yang mereka miliki,” terangnya. (Foto: liberationews.org)

Tags: , , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: