Kampanye Bunda Peduli Asupan Sehat

Kesehatan Menyeluruh bunda menentukan kesehatan 1.000 HPK Si Kecil.
, Majalah Kartini | 12/12/2017 - 15:00


MajalahKartini.co.id – Seribu Hari Pertama Kehidupan (HPK) buah hati adalah masa yang berharga dan tidak akan terulang kembali. Maka, untuk menjaga tumbuh kembang optimal Si Kecil selama 1.000 HPK, setiap Bunda diharapkan bisa memahami pentingnya asupan nutrisi yang sesuai Angka Kecukupan Gizi (AKG). Menurut data Survey Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2015, Angka Kematian Ibu (AKI) yaitu 305 per 100.000 kelahiran hidup masih terbilang tinggi walau telah mengalami penurunan jika dibandingkan dengan 2012, yaitu 359 per 100.000 kelahiran hidup.

Dr. Raissa E. Djuanda, M.Gizi, Sp.GK, Spesialis Gizi Klinik dari Rumah Sakit Hermina Jatinegara dan Rumah Sakit Pondok Indah Puri Indah mengatakan penurunan ini bisa dibilang sangat lambat dan tidak signifikan, sehingga AKI masih sangat membutuhkan perhatian. Empat penyebab utama AKI adalah pendarahan, eklamsia, infeksi serta komplikasi dari aborsi ataupun persalinan.

Eklamsia disebabkan oleh faktor genetik, kegemukan dan diabetes, berupa peradangan atau inflamasi dalam tubuh yang menyebabkan aliran darah tidak lancar. “Eklamsia dapat dicegah dengan mencukupi kebutuhan mikronutrien ibu, antara lain dengan antioksidan penting seperti selenium, enzim Q10, fish oil, vitamin C dan vitamin E, untuk kehamilan yang optimal,” jelas dr. Raissa di Jakarta Sabtu (9/12).

Data nasional dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesda) 2013 lalu juga menunjukkan prevalensi risiko Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada wanita hamil sebanyak 24,2 persen. KEK adalah status gizi kurang yang disebabkan oleh kurangnya asupan nutrisi dalam jangka waktu yang cukup lama.

Kondisi KEK biasanya terjadi pada wanita usia subur yaitu 15-45 tahun. “Salah satu indikator status gizi adalah berat badan. Pencapaian dan pengaturan berat badan yang ideal dan penerapan pola hidup yang sehat dengan gizi seimbang dibutuhkan sebelum, saat dan setelah periode kehamilan, agar kesehatan ibu dan janin optimal,” jelas dr. Raissa.

Melanjutkan edukasi oleh PT Kalbe Blackmores Nutrition bulan Agustus 2017 lalu mengenai pentingnya multi mikronutrien untuk ibu hamil dan menyusui, dalam rangka mendukung program pemerintah, kini Blackmores mengadakan seminar edukasi Kampanye Bunda PAS (Peduli Asupan Sehat).

Seminar edukasi ini dijalankan di beberapa kota besar, antara lain di Jakarta dan Surabaya dengan target mengedukasi ribuan Bunda hamil dan menyusui mengenai pentingnya pengetahuan akan kesehatan fisik dan psikologis Bunda selama 1.000 (HPK) Si Kecil.

“Sejalan dengan visi dan misi Kalbe Blackmores Nutrition yaitu menyediakan solusi kesehatan yang terbaik untuk membantu mewujudkan kehidupan masyarakat Indonesia yang lebih baik, maka kami mengadakan rangkaian edukasi secara menyeluruh melalui kegiatan Bunda PAS ini. Mulai dari metode hypnobirthing atau upaya alami menanamkan niat positif untuk memperlancar proses kehamilan dan persalinan, coaching clinic, cooking demo, hingga pemahaman mengenai asupan nutrisi yang penting bagi Bunda dan Si Kecil selama masa kehamilan dan menyusui,” jelas Dickson Susanto, Country Manager Kalbe Blackmores Nutrition.

Faktor penting yang menjadi latar belakang diadakannya Kampanye Bunda PAS adalah kurangnya pemahaman Bunda akan asupan nutrisi yang penting selama masa kehamilan dan menyusui. Data dari Klikdokter.com sebagai situs kesehatan mengatakan bahwa topik kehamilan merupakan topik yang paling banyak dicari oleh pembaca, atau 60 persen dari 25 juta total page view setiap bulannya.

“Ada beberapa gangguan kesehatan yang mungkin terjadi akibat dari kurangnya asupan nutrisi saat hamil, seperti defisiensi Zinc dan magnesium yang dapat menyebabkan preeklamsia dan kelahiran prematur, defisiensi zat besi dan vitamin B12 dapat menyebabkan anemia, defisiensi vitamin K dapat menyebabkan perdarahan yang berlebihan saat melahirkan, asupan yodium yang tidak memadai selama kehamilan dapat menyebabkan keguguran atau bayi lahir mati dan kekurangan vitamin A bisa menyebabkan rabun senja,” jelas dr. Bram Pradipta, Sp. OG, Spesialis Kebidanan dan Penyakit Kandungan serta Pengasuh Redaksi Spesialis Kebidanan dan Kandungan dari Klikdokter.com.(Foto : Kalbe)

 

Tags: , , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: