Istilah Penting yang Wajib Ibu Hamil Tahu

Bingung membaca hasil konsultasi dari dokter? Saatnya Anda ketahui istilah-istilah penting ini.
, Majalah Kartini | 14/03/2017 - 19:07

Istilah Penting yang Wajib Untuk Ibu Hamil Tahu

MajalahKartini.co.id – Kehamilan memang menjadi anugerah yang banyak diimpikan setiap pasangan suami istri. Segala sesuatunya dilakukan demi menjaga kesehatan anak. Termasuk juga dengan rajin membaca berbagai informasi penting terkait kehamilan dan konsultasi ke dokter.

Hampir semua ibu hamil mengetahui istilah USG, tapi apa yakin mereka tahu apa itu USG? Belum lagi soal istilah-istilah dalam pemeriksaan atau kejadian seputar kehamilan lain yang tak kalah membingungkan. Kalau Anda lupa menanyakan secara detail ke dokter kandungan, lalu bagaimana ia bisa tahu tindakan apa yang perlu dilakukan terkait hasil pemeriksaan dan hal-hal yang terjadi selama kehamilan tersebut?

1. Human Chorionic Gonadotropin (HCG)
Hormon kehamilan yang biasanya terdapat di darah dan urin. Saat Anda menggunakan alat tes kehamilan, kadar hCG di dalam urin-lah yang akan menentukan apakah kamu positif atau negatif hamil. Hormon ini sendiri diproduksi setelah sel telur yang telah dibuahi menempel di dinding rahim.

2. Embrio, fetus, janin, dan bayi sekilas hampir sama namun ternyata beda.
Embrio merupakan bakal bayi dari sel telur yang telah dibuahi oleh sperma dengan usia sampai minggu yang ke delapan pada kehamilan. Sedangkan bakal tersebut baru akan disebut janin atau fetus saat berusia setelah minggu ke delapan hingga saat kelahiran. Setelah lahir ke dunia, barulah bisa dinamakan sebagai bayi.

3.Plasenta
Merupakan organ yang tumbuh di dalam rahim selama kehamilan yang memiliki fungsi untuk menghubungkan calon bayi dengan ibunya untuk mentransfer oksigen dan nutrisi makanan.

Plasenta berbentuk bulat seperti cakram, menempel pada rahim ibu dan terhubung dengan calon bayi melalui tali pusar. Pertumbuhan dan perkembangan calon bayi saat masih di dalam rahim sangat bergantung pada plasentanya. Saat persalinan plasenta normal akan keluar 30 menit setelah bayi lahir.

4. HPHT atau Hari Pertama Haid Terakhir
Untuk menghitung usia kehamilan, HPHT hanya dapat dilakukan oleh ibu hamil yang memiliki siklus haid normal dan teratur (28-30 hari).

5.Penentuan HPL atau Hari Perkiraan Lahir
Dari penghitungan HPHT, Anda bisa mengetahui penentuan HPL.

6.Trimester (TM)
Merupakan ukuran tahapan kehamilan per tiga bulan yang menentukan apa yang terjadi pada ibu hamil dan pada janin yang dikandungnya

7.Antepartum
Perdarahan melalui vagina yang terjadi pada usia kehamilan minimal 20 minggu Terlepas ada atau tidaknya rasa sakit yang menyertai, perdarahan antepartum merupakan salah satu kondisi kegawatdaruratan yang perlu mendapatkan penanganan segera. Sesedikit apa pun perdarahan tersebut, segera temui dokter

8. Preterm atau partus prematur
Persalinan yang terjadi pada kehamilan kurang dari 37 minggu atau dengan perkiraan berat janin kurang dari 2500 gram

9. Postterm atau postmaturity
Persalinan yang terjadi pada kehamilan setelah 42 minggu. Biasanya terjadi karena kesalahan dalam menentukan usia kehamilan

10.Masa perinatal
Periode yang dimulai saat 28 minggu masa kehamilan sampai hari ke 7 sesudah persalinan. Periode perinatal merupakan masa rawan dalam proses tumbuh kembang anak, khususnya bagian otak.

11. Masa neonatal
Fase kehidupan pertama kali yang dialami oleh bayi setelah keluar dari kandungan sampai berumur 2 minggu. Masa bayi neonatal merupakan periode yang paling berbahaya, baik secara fisik maupun psikologi. Secara fisik, masa neonatal ini berbahaya karena sulitnya bayi untuk melakukan penyesuaian diri pada lingkungan yang baru dan berbeda. Sedang secara psikologi yakni saat terbentuknya sikap bayi yang dibentuk dari orang-orang yang dekat dengan bayi.

12. Pre-eklampsia
Biasanya terjadi pada ibu hamil yang mengalami peningkatan tekanan darah secara tiba-tiba karena peningkatan protein dalam urin. Kondisi ini berbahaya jika tidak segera ditangani, terutama menjelang persalinan. Sebaiknya rajin kontrol ke dokter untuk mencegah hal-hal yang nggak diinginkan.

13. Kardiotokografi (CTG)
Merupakan tes untuk menilai keadaan janin melalui perubahan denyut janin karena suplai makanan atau oksigen yang terganggu. CTG ini menggunakan metode elektronik dilakukan melalui gelombang suara untuk mendeteksi detak jantung bayi.

14. Intra Uterine Growth Restriction (IUGR) atau Pertumbuhan Janin Terhambat (PJT)
Kondisi yang menunjukkan adanya gangguan atau hambatan pada pertumbuhan janin.

15. Ketuban Pecah Dini (KPD)
Keadaan di mana cairan ketuban pecah sebelum waktunya. Kondisi seperti ini harus segera dilakukan penanganan karena jika dibiarkan akan menimbulkan permasalahan pada kesehatan sang ibu dan janin yang dikandungnya.

16. Sectio, Sectio Caesarea, Caesar atau SC
Pembedahan atau tindakan operasi yang dilakukan untuk membantu dokter mengeluarkan janin dari dalam perut ibu melalui sayatan pada perut ibu hamil.

17. Water birth (WB)
Proses melahirkan dalam bak atau kolam air hangat yang konon bisa mengurangi rasa sakit dari kontraksi. Pada proses melahirkan water birth, berarti ibu akan duduk, jongkok, atau pada posisi lain yang membuatnya nyaman untuk mengejan di dalam air.

(Foto:metropolitanhospital.ro)

 

Tags: , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: