Infeksi Gigi Ibu Hamil Picu Kelahiran Prematur

Bakteri-bakteri dalam rongga mulut memungkinkan menghasilkan toksin yang dapat mengancam kehamilan.
, Majalah Kartini | 22/03/2017 - 15:12

Infeksi Gigi Ibu Hamil Picu Kelahiran Prematur

MajalahKartini.co.id – Ketua PB PDGI, drg. Farichah Hanum, M.Kes mengungkapkan bahwa masalah gigi dan mulut pada ibu hamil berpotensi menyebabkan kelahiran prematur. Hal ini disebabkan bakteri penyebab kerusakan gigi dan mulut memungkinkan menghasilkan toksin yang nantinya disebarkan melalui aliran darah dan memengaruhi janin.

“Apabila terjadi infeksi pada gigi bisa menyebabkan kelahiran prematur dan berat badan bayi rendah. Makanga, sebaiknya ibu hamil memeriksaan gigi secara rutin jangan sampai bakteri menyebabkan masalah gigi dan mulut,” kata drg. Hanum dalam event World Oral Health Day (WOHD) 2017 diselenggarakan Unilever melalui brand Pepsodent bersama PDGI di SDN Rawa Buntu 03 Tangerang, Senin (20/3).

Apabila terjadi masalah gigi dan mulut, kata dia, perlu dilakukan pemeriksaan yang teliti oleh tenaga medis, mengingat untuk mencegah terjadinya tekanan psikologis sehingga memicu kontraksi. Untuk tindakan non invasif seperti tambal, membersihkan karang gigi suatu hal yang reguler tidak ada kekhawatiran.

Akan tetapi, apabila terkait dengan tindakan-tindakan yang cukup invasif seperti cabut gigi, operasi ringan dan sebagainya diperlukan rekomendasi dokter kandungan. “Kami pun harus hati-hati dalam menangani ibu hamil. Kami tidak bisa sembarangan obat. Kami memikirkannya harus secara komprehensif secara holistik tidak memikirkan ibu nya saja tetapi harus memikirkan janin yang ada di dalam kandungan,” jelas drg. Hanum.

Sebetulnya, lanjut dia, dokter gigi juga perlu integrasi pelayanan dengan dokter kandungan di poli kandungan. Pemeriksaan-pemeriksaan rutin yang harus dilakukan paling baik justeru pada saat si ibu mempersiapkan diri untuk hamil. “Siapkan dulu gigi dan mulutnya itu. Kalau ada bolong-bolong ditambal dulu dikhawatirkan ada gusi yang meradang. Jadi kalau semuanya sudah optimal Insya Allah semuanya baik untuk ibu dan janin,” lanjutnya.

Pada trimester pertama, ibu hamil akan rentan mengalami masalah gigi dan mulut. Hal ini disebabkan di awal kehamilan, si ibu umumnya mengalami morning sickness seperti muntah-muntah dan sebagainya, mengonsumsi makanannya juga seleksi. “Jadi pada saat muntah, menghasilkan banyak asam di dalam rongga mulut. Dan ini menyebabkan timbulnya gigi berlubang atau karat. Begitu pun kalau pilih-pilih makana, bahkan makanannya itu juga akan mempengaruhi kondisi itu sendiri,” ujarnya.

Alasan mengapa diperlukan integrasi dengan bidan dan dokter kandungan atau poli kandungan, mengingat apabila ibu-ibu hamil datang dalam kondisi gigi kesakitan sementara hamil tua (8 bulan, 9 bulan) menangis gitu dimana kondisi-kondisi seperti ini diperlukan anastesi injeksi. “Tindakan-tindakan pencabutan harus berpikir panjang. Melihat alatnya saja rasanya udah ngeri padahal tidak sakit. Kalau udah ngeri walaupun nggak sakit kami khawatirkan nanti akan terjadi kontraksi lebih awal. Larangan secara absolut sebetulnya tidak, ini lebih pada untuk tindakan yang lebih kepada psychologist,” kata drg. Hanum.

Tetapi, apabila ada gangguan-gangguan di rongga mulut, kata dia benar bahwa bakteri-bakteri itu bisa beredar melalui aliran darah dan bisa ke mana saja Hal yang dapat dilakukan untuk mencegah masalah gigi dan mut pada ibu hamil, yaitu makan sedikit-sedikit tapi berulang, kedua umunya sikat gigi merangsang mual dan muntah sehingga ibu hamil bisa menghindari penggunaan pasta gigi. “Kalau yang bagus gunakan dental floss. Ada tiga tahap dalam membersihkan gigi yaitu brushing, raising dan flossing. Sikat gigi kemudian raising menggunakan obat kumur lalu flossing itu menggunakan benang gigi untuk membersihkan sela-sela gigi yang tidak terjangkau dengan sikat gigi,” jelasnya lagi. (Foto: )

Tags: , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: