Hamil Pertama dan Kedua, Apa Bedanya?

Walaupun Anda sudah pernah menjalani semua prosesnya, bukan berarti segalanya akan berlangsung sama.
, Majalah Kartini | 26/02/2017 - 10:01

Hamil Pertama dan Kedua, Apa Bedanya

MajalahKartini.co.id РMemiliki anak bisa dibilang anugerah terindah yang bisa didapatkan seseorang. Apalagi kalau bisa mendapatkan lebih dari satu.  Bagi Anda yang sedang menantikan anak kedua, atau sedang berencana untuk menambah anak, ada beberapa hal yang perlu Anda ketahui sehubungan dengan kehamilan.

Bagi para ibu yang sebelumnya sudah pernah hamil dan melahirkan, jangan salah. Walaupun Anda sudah pernah menjalani semua prosesnya, bukan berarti segalanya akan berlangsung sama. Melansir She Knows, berikut 7 hal yang membedakan kehamilan kedua Anda dengan yang pertama:

1. Anda lebih lelah

Merasa lebih lelah di kehamilan kedua adalah hal yang wajar. Perbedaan besar antara kehamilan pertama dan kedua adalah kali ini Anda punya satu bayi di dalam perut dan satu anak lainnya yang sudah lahir dan sibuk beraktivitas.

Mengejar-ngejar dan mengurus anak pertama berkontribusi pada rasa lelah yang Anda rasakan. Namun, karena tubuh Anda sudah pernah membawa bayi, rasa lelah yang Anda rasakan kali ini juga akan jadi lebih terasa.

2. Lebih tak khawatir

Karena Anda sudah pernah hamil, melahirkan, dan memiliki anak, Anda tak merasa terlalu khawatir seperti saat kehamilan pertama. Anda sudah pernah melakukannya, jadi perubahan-perubahan kecil dari apa yang Anda anggap normal tidak membuat Anda panik.

Anda sudah tahu apa yang akan terjadi, dan merasa tenang. Anda sudah tahu apa yang seharusnya terjadi dan sudah paham juga soal gula darah, tekanan darah, dan hormon-hormon kehamilan lainnya.

3. Anda lebih cepat menyadari gerakan bayi

Lagi-lagi, karena Anda sudah pernah menjalaninya, dan sudah pernah merasakan pergerakan halus di dalam perut, Anda akan lebih cepat menyadarinya.

Tidak seperti kehamilan pertama, di mana Anda tidak sadar bahwa rasa seperti sentuhan sayap kupu-kupu di dalam perut sebenarnya adalah sensasi yang muncul karena bayi Anda bergerak, kini Anda sudah paham. Anda akan jadi lebih waspada terhadap sensasi-sensasi halus yang ditimbulkan sang janin.

Inilah yang membuat Anda lebih cepat menyadari gerakan pertama sang bayi.

4. Lebih banyak rasa sakit pada sendi panggul

Jika persendian Anda lebih sakit dibanding kehamilan pertama, ada alasannya di baliknya dan Anda tak perlu khawatir. Kehamilan pertama Anda telah memberikan banyak tekanan pada sendi-sendi.

Sendi panggul Anda menjadi rileks (yang artinya mereka melakukan hal berlawanan dari yang seharusnya mereka lakukan) dan tekanan dari bayi baru di dalam perut menimbulkan rasa nyeri di area panggul.

Karena area panggung Anda sudah pernah mengalami tekanan saat kehamilan pertama, mereka menjadi lebih lemah, membuatnya jadi lebih sakit di kehamilan kedua.

5. Posisi bayi lebih rendah

Jangan khawatir jika posisi bayi kedua tidak sama dengan bayi pertama. Rahim Anda sudah pernah membawa satu bayi dan otot-otot abdomen sudah melemah.

Karena hal itu, mereka menjadi lebih meregang, membuat posisi bayi Anda jadi lebih rendah. Hal ini bisa menyebabkan rasa tidak nyaman, seperti jadi lebih sering berkemih. Namun selain itu, tak ada hal yang abnormal lainnya.

6. Peringatan palsu

Jika Anda berpikir, karena sudah pernah hamil Anda akan tahu kapan bayi akan lahir, maka Anda akan kecewa. Berlawanan dengan kepercayaan umum, peringatan palsu justru lebih sering terjadi pada kehamilan kedua, dibanding yang pertama.

Kontraksi palsu atau Braxton Hicks terjadi lebih sering pada kehamilan kedua, karena posisi bayi yang lebih rendah dan lebih jauh dari tulang belakang, tidak di tengah area panggul ibunya, sehingga sulit bagi kontraksi palsu (disebut juga kontraksi latihan) untuk meletakkan bayi pada bagian bawah pelvis semudah sebelumnya.

7. Persalinan yang lebih cepat dan mudah

Ini adalah bagian baiknya. Jika di kehamilan pertama, proses persalinan Anda sampai berjam-jam, kehamilan kedua biasanya lebih singkat. Berkat persalinan pertama, serviks tidak lagi sekaku sebelumnya, dan karenanya, pembukaan dan penipisan terjadi lebih cepat. (Foto: Istimewa)

Tags: , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: