Cukupi Gizi Saat Hamil Agar Janin Terhindar Kelainan Pembuluh Darah

Umumnya kelainan pembuluh darah selama hamil disebabkan hipertensi.
, Majalah Kartini | 21/12/2017 - 18:08

MajalahKartini.co.id – Untuk memastikan janin berkembang sehat, maka harus diperhatikan kecukupan gizi dan nutrisi untuk janin. Ada dua jalur utama pemenuhan kebutuhan nutrisi untuk janin yaitu jalur nutrisi (pembuluh darah ibu) dan komposisi nutrisinya.

Dr Irvan Adenin SpOG(K), Konsultan Fetomaternal dari RSAB Harapan Kita menerangkan bahwa pembuluh darah memegang peran penting dalam menyalurkan oksigan dan nutrisi dari ibu ke janin, sehingga harus dipastikan pembuluh darah ibu hingga ke pembuluh darah perifer harus dalam kondisi sehat (tidak menyempit). “Umumnya kelainan pembuluh darah selama hamil disebabkan hipertensi. Hipertensi adalah penyebab utama gangguan pertumbuhan janin dan preeklamsia,” kata dr. Irvan saat media workshop Forum Ngobras di Jakarta, Senin (18/12).

IUGR (Intra uterine growth retardation) atau gangguan janin selama kehamilan kata ia dapat diketahui dengan anamnesis, pemeriksaan kondisi ibu, dan pemeriksaan USG dan CTG (alat untuk menghitung pola denyut bayi dengan kontraksi rahim). “Contoh, jika janin kekurangan oksigen maka ada gambaran berupa denyut jantung janin yang terganggu,” ujarnya.

Kata ia USG merupakan temuan luar biasa dalam kedokteran. Terbosoannya sama dengan temuan antibiotik. USG mengubah paradigma dalam praktek kedokteran sehari-hari. “Kelainan bawaan yang bisa dideteksi dengan USG adalah pertumbuhan janin terhambat (PJT) hingga prediksi preeklampisia,” tuturnya.

Kapan USG kehamilan dilakukan? Minimal tiga kali selama kehamilan. Pertama pada trimester pertama (minggu 6-24 minggu) tujuan USG untuk mengetahui usia kehamilan secara akurat. “Haid terakhir tidak dapat menjadi patokan akurat usia kehamilan,” katanya.

USG kedua dilakukan pada usia kehamilan 18-24 minggu. Di masa kehamilan ini, tepat untuk mengetahui kecacatan janin. Di minggu ini juga dapat dilakukan measure blood flow to the uterus (tekanan aliran darah ke rahim) untuk melihat risiko gangguan tumbuh kembang janin dan risiko preeklamsia.

USG ketiga, di minggu 32-34 untuk memastikan manifestasi pertumbuhan janin. Di periode ini jika kondisi pembuluh darah ibu sudah menyempit sejak awal sebelum hamil, barulah muncul manifestasi gangguan. Hal ini karena di usia kehamilan awal, belum ada kebutuhan besar-besaran dari janin sehingga kehamilan akan nampak baik-baik saja.

Tetapi di minggu ke 33-34, pertumbuhan janin tengah mencapai kecepatan maksimal dan janin membutuhkan nutrisi dalam jumlah banyak. “Jika pembuluh darah ke rahim menyempit, ibu hamil akan mulai mengalami keluhan, antara lain sesak napas, dan gangguan pertumbuhan janin dapat terdeteksi,” kata dr. Irvan.

PJT dapat berdampak fatal pada janin. 26% bayi meninggal diakibatkan adanya gangguan pertumbuhan janin, dan 70% kematian bayi akibat PJT (pertumbuhan janin terhambat) dapat dicegah, jika kelainan dikenali sebelum usia 34 minggu,

Jika PJT terdeteksi di minggu ini, maka pilihan terbaik adalah dilahirkan dini. Karena jika dibuarkan dalam uterus seperti orang dipenjara, tidak akan mendapat asupan makanan maksimal sehingga berisiko janin meninggal karena hipoksia (kekurangan oksigen di otak). “Pertumbuhan janin dapat dipantau dengan kurva pertumbuhan, pemeriksaan air ketuban dan ukuran lingkar perut janin,” imbuhnya.

Bahaya PJT adalah janin meninggal, janin kejang-kejang karena kurang oksigen, retardasi mental janin, serebral palsy dan jika dilahirkan saat dewasa akan berisiko diabetes dan hipertensi. Untuk mencegah PJT salah satu upaya mendapatkan kehamilan sehat adalah dengan memelihara kesehatan pembuluh darah ibu/calon ibu. Jika ibu memiliki penyakit hipertensi dan diabetes, maka harus dikendalikan penyakitnya. (Foto : Forum Ngobras)

Tags: , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: