Ternyata Bentuk Wajah Bisa Tunjukkan Hasrat Seksual

Peneliti Nipissing University di Kanada menemukan keterkaitan antara wajah seseorang dengan dorongan seksualnya.
, Majalah Kartini | 10/10/2017 - 13:02


MajalahKartini.co.id – Anda pasti tahu bahwa banyak hal dapat terlihat dari wajah seseorang, baik dari hal usia hingga kondisi emosionalnya. Diungkapkan dari para peneliti Nipissing University di Kanada, wajah seseorang juga dapat mengungkapkan dorongan seksualnya. Tidak hanya itu, wajah juga bisa memperlihatkan seberapa besar kemungkinan menipu pasangan dalam hubungan.

Dilansir dari laman Medical Daily, studi yang dipublikasikan dalam Archives of Sexual Behavior menyebutkan bahwa, laki-laki dan perempuan yang memiliki wajah lebih pendek (kecil) dan lebih lebar, umumnya memiliki motivasi seksual yang besar. Artinya, mereka memiliki libido yang lebih tinggi. Ukuran wajah lebar ini bisa dihitung berdasarkan rasio lebar wajah, rasio panjang atau FWHR.

Para lelaki yang memiliki wajah lebih lebar biasanya memiliki dorongan seks yang lebih tinggi daripada yang lainnya. Mereka juga terbuka perihal masalah seks bebas yang tidak melibatkan cinta atau komitmen. Mereka juga dianggap tidak setia terhadap pasangan mereka. “Temuan ini menunjukan bahwa karakteristik wajah dapat menyampaikan informasi penting tentang motivasi seksual manusia,” kata Steven Arnocky, penulis utama studi tersebut.

Sebuah studi tahun 2014 dalam jurnal Psychological Science menyebutkan, perempuan mengganggap lelaki dengan wajah lebih lebar, lebih dominan dan lebih menarik dalam waktu tiga menit saat tatap muka. Para perempuan juga mengganggap laki-laki ini lebih romantis walau hanya untuk hubungan jangka pendek.

Sehingga para peneliti terdorong untuk menyelidiki masalah ukuran wajah atau FWHR dapat memprediksi dorongan seks di antara laki-laki dan perempuan. Dalam dua studi terpisah, Arnocky, seorang psikolog meneliti korelasi antara seksualitas dan fitur wajah. Dalam studi pertamanya, sebanyak 145 orang mahasiswa laki-laki dan perempuan yang sedang berpacaran ditanyai tentang perilaku interpersonal dan dorongan seksual mereka. FWHR mereka diukur juga menggunakan foto.

Sedangkan dalam studi kedua, jumlah partisipan ditambah menjadi 314 orang. Mereka kembali ditanya tentang orientasi sosioseksual (sikap terhadap seks bebas, misalnya) dan perselingkuhan yang diinginkan. Hasil tes pun menunjukan, FWHR secara signifikan berkorelasi dengan dorongan seks.

Peneliti dapat memprediksi dorongan seksual seseorang dan berlaku untuk kedua jenis kelamin. Peneliti menyakini perilaku terkait FWHR berhubungan dengan hormone seks, khususnya testosteron. Studi Arnocky dapat mengacu pada penelitian lebih lanjut mengenai apakah efek FWHR dapat dideteksi pada masa remaja dan apakah hal ini konsisten hingga saat dewasa. (Cindy/Foto : Ilustrasi)

Tags: , , , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: