‘Filosofi Kue Pancong’ Ingatkan Sakralnya Pernikahan

Buku Filosofi Kue Pancong merupakan wujud dari kepedulian Diany Pranata akan masa depan anak bangsa.
, Majalah Kartini | 23/02/2017 - 11:28

'Filosofi Kue Pancong' Ingatkan Sakralnya Pernikahan

MajalahKartini.co.id – Dengan semakin bertumbuh budaya di era modernisasi ini, fakta tentang kawin cerai semakin kerap terjadi. Lahir dan dibesarkan oleh keluarga yang menjunjung tinggi nilai-nilai kebaikan dalam menjaga keutuhan keluarga, serta didukung oleh pengalamannya menangani lebih dari 1.000 pernikahan dan berinteraksi dengan beribu klien, membuat Diany Pranata termotivasi untuk berbagi kiat akan pentingnya menjaga nilai-nilai demi tercapainya pernikahan yang langgeng dan shakinah.

Buku Filosofi Kue Pancong merupakan wujud dari kepedulian Diany Pranata akan masa depan anak bangsa. Melalui buku ini, Diany berusaha untuk mengingatkan kembali sakralnya sebuah pernikahan. Perceraian tidak hanya melibatkan dua pribadi, namun juga keluarga besar. Terlebih bagi anak-anak buah perkawinan sebagai pribadi polos sering kali justru dijadikan alasan untuk bercerai dengan dalih ‘demi kebaikan anak-anak’.

Apapun alasannya, anak-anak selalu menjadi korban dari perceraian, padahal merekalah generasi penerus bangsa. Tentunya kita tidak ingin bangsa ini bertumbuh dari generasi yang penuh dengan pribadi yang terluka. “Ibarat kue pancong yang sederhana dan dapat dibagi-bagikan, buku ini berisi ide-ide sederhana untuk mempertahankan keutuhan rumah tangga dalam bentuk kumpulan surat-surat yang ditulis penulis dalam rubrik tetap majalah Bella Donna The Wedding dan sharing dari nilai-nilai keluarga yang diwariskan orang tua saya,” jelas Diany Pranata, pendiri Bella Donna The Wedding Organizer pada peluncuran buku Filosofi Kue Pancong di Rumah Imam Bonjol, Jakarta, Rabu (22/2).

Buku Filosofi Kue Pancong terbagi dari dua seri, yaitu Filosofi Kue Pancong l dan Filosofl Kue Pancong ll. Dalam buku pertama, Diany Pranata membagikan pengalaman pribadi maupun pengalaman orang lain yang kerap ia temui. Memuat penuturan tentang nilai-nilai yang diajarkan dan ditanamkan kedua orang tua Diany, maupun pengalaman kehidupan sosialnya.

Sedangkan dalam buku kedua, berisi sharing tips-tips pengalaman Diany seputar kehidupan rumah tangga dan keluarga. “Berisi nilai-nilai sakral pernikahan yang menjadi pegangan dan panduan dalam kehidupan berkeluarga atau rumah tangga. Tentunya, buku kedua ini masih memiliki benang merah intisari yang sama dengan buku Filosofi Kue Pancong seri partama,” kata Diany.

Sebagai bukti dari keseriusan Diany dalam mendalami nilai-nilai keluarga, ke depannya Diany akan membagikan nilai-nilai tersebut dalam bentuk workshop dan seminar yang kelak diharapkan dapat bermanfaat baik bagi sedap pribadi maupun kelompok seperti komunitas atau bahkan perusahaan. “Dalam pribadi yang tumbuh dari sebuah keluarga yang harmonis tentu akan mempengaruhi kinerjanya. Dan sudah pasti akan memberikan pengaruh baik bagi produktifitas kelompoknya,” ujar Diany. (Foto: Andim )

Tags: , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: