5 Cara Mewujudkan Bahasa Kasih untuk Orang Tercinta

Banyak cara menunjukkan perasaan sayang, Anda pilih yang mana?
, Majalah Kartini | 15/02/2018 - 14:05

MajalahKartini.co.id – Menurut teori Dr. Gary Chapman, terdapat lima jenis bahasa kasih, yaitu waktu berkualitas (quality time), pujian (words of affirmation), mendapatkan layanan (acts of service), hadiah (gifts) dan sentuhan (physical touch). Ada orang yang merasa dicintai ketika banyak menghabiskan waktu bersama orang yang dikasihi, ketika didampingi untuk melakukan berbagai hal bersama.

Ada juga yang merasa dicintai ketika dipuji dan dikuatkan melalui kata-kata yang indah, juga diakui dan dihargai hasil upayanya. Yang ketiga, seseorang merasa dikasihi ketika ada yang melayani dia, ada yang mengulurkan tangan untuknya. Ada juga yang sangat senang saat diberi hadiah, ia akan mengapresiasi segala pemberian dan merasa sangat dikasihi. Dan terakhir ialah ketika mendapat sentuhan fisik seperti dipeluk, dicium, atau bergandengan tangan.

Menurut Psikolog Klinis Dewasa, Denrich Suryadi, M.Psi, Psikolog., bahasa kasih ini berlaku secara universal bukan hanya kepada pasangan, namun juga berlaku pada keluarga dan sahabat. Hal ini nampak di dalam kehidupan sehari-hari dan dapat pula dikembangkan di hari-hari spesial.

“Setiap orang memiliki bahasa kasih yang berbeda, biasanya dari lima ini terdapat dua poin yang dominan. Kita tidak dapat memaksakan bahasa kasih kita kepada orang lain karena akan berbeda cara penerimaannya, jadi kita harus memahami bahasa kasih orang lain,” ujarnya saat ditemui di media talkshow Dress For Love Royale Parfum Collection, Rabu (15/2) di Jakarta.

Menurut Denrich cinta tidak mengenal usia, ia terdapat di setiap fase kehidupan manusia. Hal ini terangkum pada tugas perkembangan manusia menurut Erik H. Erikson, yakni saat baru lahir manusia mulai menunjukkan afeksinya melalui rasa percaya. Semakin dewasa ia mulai mencintai dirinya sendiri. Memasuki usia dewasa muda, ia mulai mencintai orang lain di luar keluarganya. Dan ketika tua ia mencintai keluarganya.

Menurut Denrich, usia young adult (18-40 tahun) ialah tahap dimana manusia mulai mencari cinta di luar keluarganya. Manusia mempersiapkan dirinya yang terbaik sebagai daya tarik bagi lawan jenisnya. Ketertarikan itu dapat secara fisik, kognitif, maupun psikologis. Hasil yang diperoleh dari individu itu adalah sense of relationship, value of tenderness and loving.

“Pada fase selanjutnya yakni usia middle age (40-65 tahun), manusia peduli pada keluarganya tanpa meninggalkan fase sebelumnya. Ia tetap menjaga daya tariknya, juga memberikan yang terbaik untuk keluarganya. Seperti seorang ibu yang mengasuh dan memberikan kasih sayang kepada suami dan anaknya,” ungkap Denrich yang juga Relation Expert ini. (Foto: Freepik)

Tags: ,

BAGIKAN HALAMAN INI: