Produk Keuangan yang Dibutuhkan oleh Generasi Millenial

Asuransi kesehatan menjadi kepemilikan terbesar nomor dua setelah kepemilikan tabungan bagi generasi siap
, Majalah Kartini | 29/11/2017 - 11:01

MajalahKartini.co.id – Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 34 persen populasi penduduk Indonesia saat ini berusia antara 21-40 tahun kemudian disebut generasi millenial. Besarnya jumlah generasi Y ini siap menjadi penggerak ekonomi Indonesia. Kesiapan mereka akan rencana masa depan perlu difasilitasi.

Secara psikologis kelompok usia ini sudah memasuki usia dan tahapan menjadi dewasa, memasuki tahapan kehidupan di mana mereka sudah mulai menjadi pribadi yang bertanggung jawab dan mulai mewujudkan rencana masa depan mereka. Generasi Siap ini merupakan early adopter produk keuangan, termasuk di dalamnya asuransi.

Beberapa studi menunjukkan prioritas keuangan generasi ini selain pengeluaran wajib regular (hidup, cicilan rumah/kendaraan), mereka juga mengalokasikan dana lebih terhadap beberapa produk keuangan (tabungan, investasi, hari tua), serta gaya hidup (entertainment, traveling, gadget) (Sumber: Nielsen 2015, Kompas 2017, Yuswohady 2017).

Memasuki usia ke 21, BNI Life siap membantu menginspirasi dan memfasilitasi generasi millenial Indonesia menjadi Generasi Siap Indonesia untuk menyiapkan rencana perlindungan bekal hidup masa depan mereka. Dengan mengusung kampanye bertema #Dewasa Itu, PT BNI Life Insurance (BNI Life) menyelenggarakan sejumlah kegiatan berupa kampanye pemasaran, talkshow kesehatan, kegiatan sosial dan sadar kesehatan (donor darah, pemeriksaan kesehatan kerja sama dengan Hermina Group, mamografi bekerjasama dengan Yayasan Kanker Indonesia) di Kantor BNI Life, Jakarta Pusat.

“Layaknya seorang yang beranjak dewasa, kami siap membantu menginspirasi dan menfasilitasi generasi millenial Indonesia menjadi generasi siap Indonesia, untuk bijak dan dewasa dalam menyiapkan bekal di setiap tahapan kehidupan di masa depan,” kata Geger Maulana, Plt Direktur Utama BNI Life pada Talkshow bertema Generasi Siap, Generasi Sehat di Centennial Tower Jakarta, Selasa (28/11).

Dalam sesi Talkshow tersebut hadir sebagai pembicara Dr. Tri Maryani Kusuma Astuti dan Indi Barends, dengan tujuan untuk edukasi dan pemahaman kepada generasi siap Indonesia akan pentingnya menyiapkan bekal kesehatan untuk masa depan mereka.

Hasil riset yang dilansir Alvara Research Center pada Februari 2017, menunjukkan asuransi kesehatan menjadi kepemilikan terbesar nomor dua setelah kepemilikan tabungan bagi generasi siap Indonesia sebanyak 48,5%. Hal ini menunjukkan bukti adanya perubahan gaya hidup generasi milenial yang semakin peduli dengan kesehatan dan gaya hidup sehat.

“Hasil temuan riset tersebut menunjukkan pemahaman generasi millenial akan pentingnya menyiapkan bekal masa depan perlu ditingkatkan, termasuk rencana perlindungan asuransi. Seperti halnya pengenalan sejak dini berupa risiko-risiko kehidupan, persiapan, perencanaan dan perlindungan keuangan.

“Saat ini, masih banyak dari generasi mereka atau keluarga muda yang belum memasukkan perencanaan keuangan ke dalam daftar strategi hidup jangka panjang, padahal pada tahap memasuki usia emas ini mereka sudah mapan secara ekonomi,” jelas Geger.

Meskipun demikian, peningkatan pemahaman mengenai bekal masa depan generasi siap Indonesia ini membutuhkan pendekatan yang berbeda. Generasi siap ini, memiliki kreatifitas tinggi, percaya diri, penuh energi dan terkoneksi dengan teknologi digital.

“Untuk itu, kami selain menyiapkan produk-produk perlindungan asuransi yang disesuaikan dengan kebutuhan dan gaya hidup mereka, juga menyiapkan kemudahan layanan dan komunikasi dengan kesiapan transformasi teknologi dan digital,” bebernya.

Hal ini diwujudkan melalui penggunaan platform website www.bni-life.co.id & media sosial (BNI LifeID) sebagai pilihan saluran komunikasi. Diharapkan, ke depannya nasabah semakin dimudahkan dalam melakukan proses pencarian informasi produk dan layanan, juga dalam menikmati layanan terbaik dari BNI Life.

Geger Maulana menambahkan, pengembangan bisnis melalui kanal digital ini merupakan salah satu terobosan BNI Life dalam meningkatkan kinerja bisnis secara berkesinambungan. Selain langkah tersebut, strategi bisnis yang dilakukan BNI Life antara lain meningkatkan kualitas dan kuantitas tenaga pemasar, menciptakan produk asuransi yang memiliki manfaat lebih bagi nasabah, serta meningkatkan kualitas layanan.

Program peningkatan kualitas tenaga pemasaran ini telah dilakukan dengan memberikan edukasi bagi tenaga pemasar yang saat ini diperkuat dengan lebih dari 6.000 tenaga pemasar baik dari saluran bisnis bancassurance, agency, employee benefits dan syariah.

Sementara peningkatan kualitas layanan dalam bentuk menyediakan akses dekat, mudah dengan tujuh Customer Care Center di kota besar Indonesia. Selain itu, perusahaan asuransi ini juga memberikan proses klaim tercepat saat ini yaitu hanya 25 menit dimana semua keunggulan ini sudah memperoleh beberapa penghargaan dari beberapa lembaga independen terpercaya. BNI Life juga mendapatkan beberapa penghargaan atas kesiapan layanan nasabah (call center dan e-mail center).

Dengan sejumlah pengembangan bisnis yang dilakukan BNI Life tersebut membuahkan hasil yang optimal. Hingga September 2017, BNI Life berhasil membukukan premi sebesar Rp 4,3 triliun, naik 27 persen jika dibandingkan dengan periode sama tahun lalu. Kontribusi terbesar pendapatan premi tersebut disumbang oleh kanal bancassurance dengan kontribusi mencapai 70 persen dari total perolehan premi saat ini.

Kanal bancassurance tetap akan menjadi katalis pendorong pertumbuhan bisnis perseroan. Hal ini dikarenakan selain memperkuat sinergi dengan induk usaha BNI. “Kami optimistis dengan sejumlah langkah kami dalam melakukan inovasi produk dan layanan guna memajukan kualitas hidup masyarakat, khususnya generasi siap Indonesia,” tutup Geger.(Foto : Andim)

Tags: , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: