OJK Akan Awasi Pengisian Ulang Kartu Elektronik

Pelaksanaan kebijakan pengenaan biaya isi ulang uang elektronik akan diawasi OJK.
, Majalah Kartini | 28/09/2017 - 14:02

MajalahKartini.co.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) siap mengawasi pelaksanaan kebijakan pengenaan biaya isi ulang uang elektronik (e-money) yang ditetapkan oleh bank sentral. Hal itu dilakukan agar tidak membebani dan merugikan konsumen pengguna uang elektronik.

“Kalau ada bank yang memungut tidak rasional, tidak fair dan terlalu besar, kami sebagai otoritas akan berdialog dengan bank itu,” kata Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (DK-OJK) Wimboh Santoso saat melakukan rapat kerja dengan komisi XI DPR di Jakarta, Rabu (27/9).

Wimboh juga menambahkan bahwa pihaknya siap memberikan pendampingan apabila ada pihak-pihak yang merasa dirugikan dalam kebijakan pengenaan biaya isi ulang ini. “Nasabah kalau merasa dirugikan bisa datang ke OJK, kita fasilitasi, karena kalau (biaya isi ulang) terlalu besar, kami akan jump in dan kami nyatakan tidak fair,” katanya.

Idealnya para pelaku industri perbankan, lanjut Wimboh, bisa saling berkomunikasi dan berkompetisi secara sehat untuk mengambil keputusan tentang pengenaan biaya isi ulang. “Kalau bank tidak memungut biaya top-up karena sudah merasa kompetitif, silahkan. Kalau bank merasa skill ekonominya belum besar dan mau memungut biaya, juga silahkan. Tapi kalau bank tidak memungut, bank yang memungut, pasti tidak laku. Kompetisi pasti begitu,” ujarnya.

BI yang sudah menerbitkan ketentuan biaya isi saldo uang elektronik dalam Peraturan Anggota Dewan Gubernur No. 19/10/PADG/2017 tanggal 20 September 2017 tentang Gerbang Pembayaran Nasional/National Payment Gateway (PADG GPN). Dengan penetapan tariff maksimum pengisian saldo uang elektronik dengan cara “off-us” atau lintas kanal pembayaran sebesar Rp 1.500 dan cara “on-us” atau satu kanal, diatur dengan dua ketentuan yakni gratis dan bertarif maksimum Rp 750.

Cara “off-us” adalah pengisian uang yang dilakukan melalui kanal pembayaran milik penerbit kartu yang berbeda, atau melalui mitra seperti melalui pasar swalayan dan pedagang ritel lainnya. Sedangkan cara “on-us” adalah pengisian ulang yang dilakukan melalui kanal pembayaran milik penerbit kartu. Sebelumnya transaksi “on-us” tidak dikenakan biaya sepeserpun. (Cindy/ Foto: Kabarnews)

Tags: , , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: