“Womengineer Day” Jangan Takut Menjadi Insinyur Perempuan

Biasanya banyak yang minder dulu karena merasa pekerjaan di bidang teknik adalah suatu momok bagi perempuan.
, Majalah Kartini | 16/11/2016 - 10:30

MajalahKartini.co.id –  Sambangi ITS, Schneider Electric mengajak puluhanmahasiswi berani terjun ke dunia karirteknik. Kampanye yang digelar atas kerjasama Schneider Electric Indonesia dengan Laboratorium Konversi Energi Listrik Jurusan Teknik Elektro ini dikemas dalam “Womengineer Day”, Sabtu (12/11). Tak hanya itu, Schneider juga memfokuskan diri pada pencarian bibit potensial ITS.

Digelar di Gedung Pascasarjana, kampanye bertajuk kuliah tamu ini menghadirkan langsung expertise perempuan dari Schneider, Ashiela Anggiana Putri. Perempuan yang kini aktif di bidang rekruitmen ini tak segan mengajak langsung mahasiswi ITS yang notabene adalah mahasiswi teknik untuk tidak ragu mendalami kembali dunia teknik ketika berkarir nanti.

“Biasanya banyak yang minder dulu karena merasa pekerjaan di bidang teknik adalah suatu momok bagi perempuan,” ujar Ashiela.
Padahal, tambahnya, fakta di dunia kerja menunjukkan bahwa lebih dari 50 persen perusahaan maju dunia merupakan perusahaan yang mayoritas didominasi oleh perempuan. Hal ini disebabkan karena perempuan lebih rajin dan teliti dalam mengerjakan setiap pekerjaan.

Hal ini menggerakan Schneider untuk lebih memprioritaskan perempuan pada saat rekruitmen. “Dan terbukti, dua tahun kami galakkan prioritas ini makin baik pula performa perusahaan saat ini,” bebernya. Ashiela memaparkan mahasiswi teknik yang telah lama berkecimpung di dunia teknik juga seharusnya tidak mundur ketika melihat tantangan kerja di bidang teknik. Pasalnya, di Schneider sendiri perempuan akan mendapat keistimewaan melalui Program He for She yaitu karyawan pria diharuskan membantu pekerjaan karyawatinya. “Sehingga tidak ada lagi alasan pekerjaan berat, karena nyatanya semua tetap terselesaikan dengan baik meski dikerjakan perempuan,” ungkap perempuan yang mendapat gelar master dari Universitas Pelita Harapan ini.

Hal ini berlaku juga bagi mahasiswi ITS. Ashiela mengaku Schneider kini tengah mencari bibit potensial dari ITS yang terkenal akan keuletan bekerja dan performa karirnya yang tinggi. Hal in iterbukti dari prestasi alumni ITS yang telah berkarir di Schneider. “Ketika dengar nama ITS yang terlintas adalah mahasiswi yang hands on, berani dan pintar. Hal ini membuat kami makin yakin mencari talent di ITS,” ujarnya sambil tersenyum.

Ketika ditanya mengenai kerjasama dengan ITS, Ashiela mengaku Schneider sudah sangat lama menjalin kerjasama tersebut. Mulai dari Programmable Logic Controllers (PLC), alat laboratorium, pelatihan hingga kuliah tamu pun sudah sangat sering digelar. Oleh karenanya, Schneider memilih ITS sebagai sumber insinyur handal utamanya di bidang teknik. “Harapannya tidak ada lagi stigma perempuan susah kerja di bidangteknik. Jika memang passion di mesin ya bekerjalah di mesin, janganj ustru berubah haluan hanya agar lebih feminim. Ayo menjadi tough women bersama Schneider,” pungkasnya. (Foto: ITS)

 

Tags: , , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: