Cara Meningkatkan Kesejahteraan Mental Dalam Pekerjaan

Kesehatan mental tentu akan berpengaruh ke kinerja saat bekerja.
, Majalah Kartini | 06/09/2017 - 13:04

 

MajalahKartini.co.id – Dilansir dari The Conversation, para pekerja di Inggris mengalami krisis kesehatan mental, sekitar 4,6 juta pekerja dari 7% populasi pekerja di Inggris mengalami depresi. Total 25% dari seluruh warga Uni Eropa diinformasikan akan segera melaporkan gangguan kesehatan mental yang terjadi di beberapa titik kehidupan mereka.

Pekerja yang didiagnosis mengalami gangguan kesehatan mental menunjukkan beberapa gejala seperti mengalami kesulitan berkonsentrasi, gangguan ingatan, sulit untuk membuat keputusan, hingga kehilangan minat dalam bekerja. Performa mereka menjadi memburuk dan tidak porduktif.

Di tempat kerja, para karyawan yang mengalami deadline dengan beban kerja yang berat butuh membicarakan kesehatan mental mereka. Terapi perilaku kognitif atau Cognitive Behavioral Therapy (CBT) dibutuhkan oleh karyawan yang mengalami tekanan mental dan pengobatan ini terbukti sangat efektif untuk mengobati gangguan kesehatan mental umum.

Menghadapi permasalahan ini, apa yang bisa dilakukan oleh para pekerja yang mengalami depresi atau kecemasan dalam pekerjaannya?
Sekelompok peneliti Australia mengenalkan sesi CBT kepada perusahaan asuransi di Inggris, melalui penelitiannya ditemukan bahwa mengobati seseorang sebelum meninggal dunia tidak akan melindungi kesehatan mental dirinya, namun dapat meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan di tempat kerja.

Dalam penelitian tersebut, tujuh sesi yang terbagi menjadi tiga hari untuk CBT tradisional ditawarkan kepada semua staf di perusahaan. Sesi berfokus pada kesalahan berpikir, teknik penetapan tujuan, dan manajemen waktu. Pada pertemuan selanjutnya yang berlangsung setelah tujuh minggu atau kurang lebih selama tiga bulan setelah sesi selesai, para peserta menunjukkan perbaikan yang signifikan seperti adanya kepuasan kerja, harga diri, dan peningkatan produktivitas.

Studi psikologis 15 tahun terakhir telah beralih dari model penyakit tradisional, melalui studi ini terlihat bagaimana cara penangan disfungsi atau kesehatan mental. Penelitian seperti ini berfokus untuk membantu orang-orang dalam mengidentifikasi dan memanfaatkan kekuatan mereka sendiri untuk mendorong perkembangan mentalnya.

Metode psikologi positif berkonsentrasi pada pengembangan metode “sentuhan ringan” yang diterapkan dengan memanfaatkan waktu sepuluh sampai lima belas menit setiap harinya. Tujuannya untuk mendorong mental untuk tidak berhenti bekerja, merenungkan apa saja yang sudah dialaminya, dan menafsirkan ulang hari-hari mereka.

Salah satu cara termudah melalui cara menuliskan tiga hal baik yang pernah terjadi dalam hidup seseorang dan terbukti memiliki dampak signifikan terhadap kebahagiaannya. Penelitian juga menemukan bahwa seseorang menjadi lebih mandiri serta bersyukur dalam mengidentifikasi dan menggunakan kekuatannya sendiri mulai dari hal-hal kecil. (Felita Herlina Ciciliani/Foto: ISHN).

Tags: , , , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: