Benarkah Pemimpin Perempuan Sering Bikin Stres?

Perempuan yang menjadi pemimpin sering dikaitkan dengan Queen Bee Syndrome atau sindrom ratu lebah.
, Majalah Kartini | 09/05/2017 - 19:21

Benarkah Pemimpin Perempuan Sering Bikin Stres

MajalahKartini.co.id – Jumlah perempuan yang menduduki posisi direktur utama sebuah perusahaan masih sangat minim. Di Amerika Serikat, perempuan yang menjadi pucuk pimpinan hanya 4 persen dari 500 perusahaan. Jumlah ini kian sedikit bila melihat di Indonesia. Perempuan yang menjadi pemimpin sering dikaitkan dengan Queen Bee Syndrome atau sindrom ratu lebah. Padahal, tak semua kepemimpinan perempuan cocok dengan istilah ini.

Istilah sindrom ratu lebah dimunculkan pertama oleh G.L. Staines, T.E. Jayaratne, dan C. Tavris, peneliti dari Universitas Michigan, Amerika Serikat pada 1973. Penelitian yang dimuat dalam jurnal Psychology Today ini mendeskripsikan para perempuan sukses dan berkarakter kuat dengan posisi atau jabatan tinggi yang bersikap kritis kepada bawahannya.

Para ratu lebah ini cenderung tak suka dengan karyawan perempuan. Dia biasanya juga tidak menyukai pemberian promosi jabatan kepada karyawan perempuan karena enggan tersaingi. Dalam survei Asosiasi Manajemen Amerika terhadap seribu pekerja perempuan pada 2011, 95 persen responden menyatakan bermasalah dengan atasan perempuan.

Sebuah penelitian yang dilakukan Universitas Toronto, Kanada, 2008, melibatkan 1.800 pekerja perempuan di Amerika Serikat sebagai responden. Hasilnya mengungkapkan pekerja perempuan di bawah supervisor perempuan lebih banyak mengalami tanda-tanda stres secara fisik dan psikis daripada mereka yang bekerja di bawah atasan pria. (Foto: Shutterstock)

 

Tags: , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: