Vitamin Dibutuhkan untuk Menjamin Asupan Gizi Anak

Ada kalanya anak-anak mengalami penurunan aktivitas fisik lantaran tubuh kurang bugar, terlebih di musim pancaroba.
, Majalah Kartini | 29/08/2016 - 08:00

MajalahKartini.co.id – Indonesia pada September, Oktober sampai menjelang akhir 2016 akan memasuki musim hujan. Meski badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan puncak musim hujan pada Januari-Februari 2016, masyarakat Indonesia mesti mewaspadai musim pancaroba, yaitu transisi cuaca hujan ke kering. Tak hanya potensi terjadinya angin puting beliung, namun kesehatan anak sangat rentan dengan transisi cuaca yang ekstrim.

Mendidik anak-anak mengkonsumsi makanan sehat, sayuran dan buah-buahan dengan asupan gizi yang cukup, bisa menjadi salah satu cara mempertahankan kebugaran, menstimulus antibodi, terhindar dari risiko penyakit dan gangguan kesehatan.

Sejumlah pakar kesehatan, psikolog anak serta produsen multivitamin anak membincang upaya menyukseskan sistem ketahanan nasional pada Sabtu, 27 Agustus 2016 di Mall of Indonesia (MOI) Jakarta Utara dalam Talk Show bertajuk “Semangat Baru di Tahun Ajaran Baru”. Kasandra Putranto selaku Psikolog Anak, dr.Diana F.Suganda, M.Kes, SpGK salah seorang dokter pemerhati anak dan Wan Syurya Tri Dharma perwakilan PT Mega Pharmaniaga berbagi pengalaman dan pengetahuan, mendiskusikan pentingnya alternatif vitamin anak.

Menurut Diana F Suganda masalah nutrisi dapat terjadi pada seluruh kelompok umur, terutama pada anak-anak. Kecukupan nutrisi sejak balita akan mempengaruhi status nutrisi pada periode siklus kehidupan berikutnya (intergenerational impact).

Anak sekolah atau masa kanak-kanak pertengahan merupakan salah satu kelompok yang rentan terhadap ketidakcukupan gizi, sehingga anak sekolah harus dipantau. “Anak sekolah yang berusia 6- 12 tahun, memiliki fisik lebih kuat dibandingkan balita atau anak usia prasekolah. Mereka cenderung mempunyai sifat individual serta aktif dan tidak bergantung dengan orangtua,” ujarnya.

Diana juga mengatakan kebutuhan gizi anak sebagian besar digunakan untuk aktivitas pembentukan dan pemeliharaan jaringan. Kelompok anak sekolah pada umumnya mempunyai kondisi gizi yang lebih baik daripada kelompok balita. “Meskipun demikian, masih terdapat berbagai kondisi gizi anak sekolah yang tidak memuaskan, misalnya berat badan yang kurang, anemia defisiensi Fe, defisiensi vitamin C, dan di daerah-daerah tertentu juga dijumpai defisiensi Iodium,” terangnya.

Selain konsumsi makanan sehat, orangtua juga bisa memberikan vitamin kepada anak menjamin kecukupan asupan vitamin dalam tubuh. Vitamin merupakan molekul organik multifungsi. Tubuh perlu asupan vitamin dari bahan pangan, terutama vitamin C, dan B, lantaran tubuh hanya memproduksi kandungan molekul organik dalam jumlah kecil.

Berbagai produk vitamin anak bermunculan menawarkan solusi yang terbaik bagi kebugaran si buah hati. PT. Mega Pharmaniaga selama dua tahun terakhir mencoba berkontribusi untuk kebugaran anak-anak Indonesia, menyehatkan gigi anak dengan pasta gigi Upin & Ipin. Kali ini perusahaan mencoba mengulang sukses, menawarkan alternatif Suplemen Makanan Anak-Anak Citrex Upin & Ipin.

Wan Syurya Tridharma mengatakan vitamin penting untuk anak-anak karena membantu membentuk dan memperbaiki sel-sel darah merah, tulang dan jaringan. Selain itu vitamin menjaga gigi anak tetap sehat, memperkuat pembuluh darah dan meminimalkan memar akibat jatuh dan luka goresan. (Foto: Adimas Aditya)

Tags: , , , , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: