“Semangat Pagi” dari Ajak Masyarakat Biasakan Anak Sarapan Sehat

17 persen – 59 persen anak dan remaja tidak biasa sarapan pada.
, Majalah Kartini | 18/02/2018 - 09:30


MajalahKartini.co.id – Kebiasaan sarapan di kalangan masyarakat Indonesia dibanding makan siang dan makan malam masih tergolong rendah. Menurut Naskah Akademik Pekan Sarapan Nasional, Perhimpunan Pakar Gizi dan Pangan (PERGIZI PANGAN) Indonesia 2012, prevalensi tidak biasa sarapan pada anak dan remaja bisa mencapai angka 17 persen-59 persen dan pada orang dewasa 31,2 persen.

Hasil analisis data konsumsi pangan Riskesdas 2010 pada 35.000 anak usia sekolah bahkan menunjukkan hampir separuh (44,6 persen) anak usia sekolah yang sarapan hanya memperoleh asupan energi kurang dari 15 persen kebutuhannya saat sarapan, yang seharusnya 15-30 persen kebutuhan.

Dari segi kesehatan, melewatkan sarapan dapat berdampak pada banyak hal. Pertama, terhadap rendahnya asupan gizi karena gizi penting yang terlewat saat sarapan tidak bisa diganti pada jadwal makan lainnya. Kedua, cenderung tidak bisa mengontrol nafsu makan dibanding individu yang rutin sarapan pagi. Ketiga, memiliki Indeks Massa Tubuh (IMT) yang lebih tinggi dibandingkan individu yang rutin sarapan. Keempat, mempunyai kemampuan kognitif yang lebih rendah dibandingkan individu yang rutin sarapan.

Banyak alasan mengapa sarapan tidak sepopuler waktu makan lainnya. Beberapa alasan yang dikemukakan adalah perasaan mual di pagi hari hingga tidak ada waktu untuk sarapan. Untuk mengakali hal ini, minum susu merupakan pilihan sempurna bagi para ibu untuk menjaga asupan gizi anak.

Selain kaya nutrisi, susu juga lebih mudah dan praktis disajikan sehingga Ibu punya lebih banyak waktu untuk berbincang-bincang dengan anak-anak atau menyiapkan kebutuhan lainnya di pagi hari. Angka prevalensi ‘tidak biasa sarapan’ serta konsumsi susu masyarakat Indonesia yang masih sangat rendah (12 liter/orang/tahun).

Untuk itu sebagai bentuk konsistensi ajakan bangun keluarga kuat, Frisian Flag Indonesia (FFI) tahun ini meluncurkan kampanye #SemangatPagi agar seluruh keluarga Indonesia dapat memulai kebiasaan baik sarapan dan minum susu untuk menjaga semangat sepanjang hari. “Kami ingin berkontribusi membangun keluarga Indonesia yang kuat dan sehat dan menyadari pentingnya inisiatif ini untuk membantu memenuhi gizi anak-anak dan keluarga,” kata Andrew F. Saputro, Corporate Affairs Director PT Frisian Flag Indonesia, Jumat (23/2).

Kampanye #SemangatPagi, kata ia ingin menyampaikan bahwa kebiasaan sehat merupakan pilihan yang mudah bagi anak-anak dan orangtua, yang akan membantu membentuk generasi kuat dan sehat di masa depan. Membangun keluarga kuat adalah misi perusahaan produk bernutrisi ini, yang sehat secara fisik dan mental melalui produk-produk berbasis susu yang diproduksi.

“Kami terus mengajak masyarakat Indonesia menerapkan gaya hidup sehat bersama keluarga melalui kampanye-kampanyenya yang mendorong meningkatkan waktu bersama keluarga. Termasuk melalui kampanye #SemangatPagi yang mengajak orang tua meluangkan sedikit waktu untuk rutin meluangkan waktu sarapan sehat bersama,” jelas Andrew.

Lebih lanjut Andrew menuturkan kebiasaan akan menentukan kualitas hidup seseorang. Dengan kampanye #SemangatPagi, pihaknya berharap dapat mengajak masyarakat memulai kebiasaan baik dengan sarapan sehat dan membangun ikatan keluarga. “Para orangtua dapat membantu anak-anak bersiap menghadapi tantangan di sekolah dengan menyediakan sarapan yang bergizi ditambah segelas susu, dan membekali anak-anak dengan rasa percaya diri karena mereka dicintai orang tuanya,“ tutup Andrew.(Foto : ilustrasi)

Tags: , , , , , , , , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: