Pentingnya Sarapan Sehat bagi Anak Usia Sekolah

Eksperimen membuktikan sarapan sangat berkaitan dengan daya tahan, kerja otak serta konsentrasi di kelas.
, Majalah Kartini | 15/02/2018 - 11:02


MajalahKartini.co.id – Jangan pernah membiarkan anak kita berangkat ke sekolah dengan perut kosong. Saat terburu buru berangkat kesekolah otak dan tubuh bekerja dengan cepat. Proses pembakaran energi dengan kondisi tangki yang kosong punya efek lebih buruk dibanding anak terlambat datang kesekolah.

Sudah banyak penelitian, pengalaman pun eksperimen membuktikan sarapan sangat berkaitan dengan daya tahan, kerja otak serta konsentrasi di kelas. “Anak kalau nggak sarapan di kelas pasti gampang ngantuk. Dia lebih mudah hilang fokus,” jelas dr Ulul Albab SpOG, dari perwakilan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) saat ditemui di acara Energen Berbagai Sarapan Sehat untuk Dukung Prestasi 2.2 Juta Anak Indonesia di SD 01 Menteng, Jakarta.

Orang tua mana yang mau melihat prestasi sang anak menurun. Sayangnya, prestasi tidak melulu ditentukan dari nilai di atas kertas. Terkadang, orang tua bisa lalai dalam mendampingi belajar anak. Nilai yang anjlok di kelas disebabkan si anak hilang konsentrasi saat belajar.

Menurutnya otak adalah organ tubuh yang membutuhkan karbohidrat sangat besar. Saat tidur pun, otak masih tetap bekerja. Tak heran bila kita kerap merasa lapar tiap bangun pagi. Lalu apa jadinya bila otak kembali dipaksa bekerja tanpa kita mengisi bahan bakar terlebih dulu. Karena itu Penting bagi orang tua mengenali sumber sumber karbohidrat yang pas dengan si anak. “Adakalanya anak gak suka makan dan pemilih,” lanjutnya. Ibu tak boleh kehilangan akal.

Ada berbagai macam sumber karbo yang bisa menjadi menu sarapan sehat si anak. Ubi ubian, kentang, jagung, juga sereal. Untuk mengakali kejenuhan kita bisa memilih jenis karbo yang cocok dengan lidah si anak. “Dulu namanya 4 sehat 5 sempurna. Sekarang menjadi sarapan menu seimbang,” papar Profesor dr. Ir. Hardiabsyah,MS dari Persagi Pangan.

Menu seimbang berarti segala unsur gizi tercukupi sesuai kebutuhan, Terutama saat sarapan. Dalam seporsi sarapan harus ada karbohidrat, protein, serta sigmavit atau sumber multivitamin dan kalsium serta mineral,” tegasnya.

Jika hanya diberikan karbohidrat anak bisa jadi mengantuk. Sebaliknya bila jumlah karbo sedikit anak bisa terkena hipoglikemi atau kekurangan gula dalam darah yanh juga punya tanda yanh sama dengan kelebihan karbo, yaitu mengantuk. Yang mengejutkan Dari hasil penelitian ditemukan 7 dari 10 anak Indonesia sarapan kurang sehat. Padahal sarapan punya peran penting dalam aktifitas.

Hardiansyah menambahkan pekan sarapan sehat yang digelar serentak selama seminggu hingga 20 Februari di seluruh Indonesia itu tak sekadar pilihan menu makan. Tapi menerapkan kebiasaan sarapan, serta mengedukasi anak. “Kalau di daerah kita bisa dapat sumber karbo dari ubi ubian. Tidak harus dari nasi. Dan ingat Anak dibiasakan sarapan bersama orang tua untuk membangun perilaku sehat,” lanjutnya.

Sarapan dengan pendampingan orang tua memunculkan efek senang pada si anak. Sambil menyantap sarapan, ajak si anak ngobrol dengam begitu produksi hormon bahagiannya meningkat. Anak jadi makin semangat belajar di kelas. (Foto : Istimewa)

Tags: , , , , , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: