Mengunyah Dapat Membersihkan Gigi dari Sisa Makanan

Maraknya pilihan ragam camilan yang digemari saat ini banyak yang bersifat kariogenik yaitu berpotensi meningkatkan risiko gigi berlubang.
, Majalah Kartini | 09/09/2017 - 09:02

MajalahKartini.co.id – Konsumsi camilan di negara Asia Pasifik seperti Indonesia diindikasikan mengalami peningkatan sebesar 4% setiap tahunnya. “Cokelat, pastry, biskuit dan permen menjadi jenis camilan yang paling digemari anak-anak di Indonesia yang hadir beragam dengan variasi yang menarik, mudah didapatkan, dan menjadi tren di masyarakat,” ujar Pakar Gizi Keluarga, Leona Victoria Djajadi, MND pada Press Conference Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) 2017 di Plataran Menteng, Jakarta, Selasa (5/9).

Sedangkan, camilan manis dan lengket yang dikonsumsi dengan frekuensi berlebih berisiko lebih besar memunculkan permasalahan gigi berlubang pada anak. Drg. Ratu Mirah Afifah, GCClinDent., MDSc, Division Head for Health & Wellbeing and Professional Institutions Yayasan Unilever Indonesia menjelaskan Pepsodent melihat maraknya pilihan ragam camilan yang digemari saat ini  banyak yang bersifat kariogenik yaitu berpotensi meningkatkan risiko gigi berlubang.

“Untuk itu, kami mengajak orang tua khususnya para Ibu untuk memerhatikan pemilihan camilan yang bernutrisi seimbang agar bermanfaat bagi pertumbuhan gigi yang sehat, kuat dan merdeka dari gigi berlubang,” papar Mirah. Lebih lanjut Mirah mengatakan, mengonsumsi camilan yang terlalu banyak mengandung karbohidrat dan gula terutama yang lengket dapat menurunkan derajat keasaman mulut.

Setelah konsumsi makanan yang manis derajat keasaman mulut turun hingga di bawah pH kritis 5,5 dalam  hitungan menit dan tetap rendah hingga 1 jam setelahnya. “Bila terjadi terus menerus kondisi ini menyebabkan hilangnya mineral (email) pada gigi dan mengakibatkan terjadinya gigi berlubang,” lanjutnya.

Menurut survei 79% camilan dibeli dengan alasan memenuhi keinginan akan rasa dan tampilan, dan 65% dilakukan secara spontan karena ingin mencoba camilan baru. Kehadiran ragam jajanan yang menarik dan mudah didapatkan saat ini mendorong masyarakat mengonsumsi camilan melebihi frekuensi yang dianjurkan.

Snack atau camilan bergizi seimbang sebagai sumber makanan tambahan ideal dikonsumsi 2 – 3 kali sehari di antara makan utama agar pola makan terjaga dan kadar gula darah seimbang dan tetap aman bagi kesehatan gigi. “Jika ingin memberikan camilan manis yang digemari anak-anak, sebaiknya dikonsumsi bersamaan dengan waktu makan utama,” papar Leona.

Untuk menyikapi camilan yang beragam, perlu adanya kesadaran untuk menyediakan jenis camilan sehat yang baik dikonsumsi untuk menjaga kesehatan gigi. Asupan camilan sehat yang dianjurkan harus tinggi serat dan mengandung kalsium, protein dan rendah gula.

Leona menjelaskan, susu dan hasil produknya seperti keju banyak mengandung kalsium dan fosfat  yang mampu mengembalikan mineral gigi yang hilang. “Protein kasein yang ada dalam susu membentuk suatu lapisan tipis pada email gigi yang menghambat  pertumbuhan bakteri,” katanya. Lebih lanjut drg Ratu Mirah mengungkapkan tekstur lembut dari ragam camilan yang marak dijumpai saat ini juga membuat anak kurang berlatih mengunyah, sebaliknya makanan yang berserat akan lebih lama dikunyah.

“Gerakan mengunyah sangat menguntungkan bagi kesehatan gigi karena merangsang aliran kelenjar ludah yang merupakan pembersih alami rongga mulut dan menetralisasi keasaman di rongga mulut,” kata dia. “Lengkapi kebiasaan baik ini dengan rajin menyikat gigi minimal 2 kali sehari dengan pasta gigi berflouridesecara rutin pagi hari setelah sarapan dan malam hari sebelum tidur dan berkunjung ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali,” lanjut Mirah.(Foto : dinimon.com)

Tags: , , , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: