Mana Sekolah yang Lebih Baik untuk Anak, Swasta atau Negeri?

Memilih antara negeri atau swasta memang tidak mudah, namun tentu pendidikan terbaik akan menjadi prioritas untuk anak.
, Majalah Kartini | 17/07/2017 - 11:04

Mana Sekolah yang Lebih Baik untuk Anak Swasta atau Negeri

MajalahKartini.co.id – Tahun ajaran baru mulai aktif hari ini, Senin (17/7). Orang tua telah mendaftarkan anaknya kesekolah baik ke swasta maupun negeri. Namun, sebelum itu, tentunya pilihan swasta dan negeri menjadi pertimbangan penting untuk sekolah terbaik anaknya.

Pertimbangan itu tentunya tidak mudah untuk diputuskan, di mana tentunya orang tua ingin anaknya mendapatkan pendidikan terbaik. Setiap sekolah tentunya memiliki keunggulannya masing-masing. Seperti dikutip dari laman direktoratpendidikan.id, berikut pemaparan antara keduanya.

Sekolah Negeri

Indonesia sudah menerapkan aturan Wajib Belajar 9 tahun, sejalan dengan program tersebut pemerintah menyediakan pendidikan Sekolah Dasar Negeri dan Sekolah Menengah Pertama gratis bagi siapa saja tanpa terkecuali. Alasan inilah menjadi alasan utama mengapa banyak orang tua yang ingin menyekolahkan anaknya di sekolah negeri.

Dipilihnya sekolah negeri tentunya menjadi pilihan baik dengan program kurikulum yang dibuat pemerintah, ditambah dengan adanya subsidi yang akan meringankan beban biaya pendidikan, serta jadwal yang tidak terlalu padat.

Namun, permasalahanhya di sini, beberapa orang tua yang telah memasukan anaknya ke sekolah negeri, tidak memahami kebutuhan anak. Di mana yang perlu dipahami adalah, bahwa umur yang memadai seperti sudah 7 tidak bisa menjadi acuan anak bisa disekolahkan di negeri. Beberapa kaus pun ditemui.

Seperti halnya, seorang anak sudah diterima di sekolah negeri namun sejalan dengan waktu, setelah diperiksa ternyata anak tersebut disleksia, bahkan kasus lainnya bahwa orang tua memaksakan anaknya masuk negeri padahaljelas bahwa anak tersebut “spesial” (anak berkebutuhan khusus).

Masalah tersebut sering ditemui, dan akhirnya anak putus sekolah.Sekolah negeri tidak mengadakan psikotes sehingga hal khusus pada anak terabaikan. Tentunya, sebagai orang tua tidaklah egois, disabilitas pada anak tidak lantas membuat kita menyerah. Saat ini juga sudah ada beberapa sekolah negeri inklusi yang menyediakan helper dan expert bagi ABK, walau jumlahnya masih sedikit.

Sekolah Swasta

Pertumbuhan sekolah sekolah swasta semakin pesat. Setiap sekolahnya berlomba untuk mematangkan fasilitas, sistem pendidikan, tenaga ahli, dan keunggulan lainnya. Sebagian besar sekolah swasta menerapkan sistem fullday dan menawarkan ekstra kulikuker yang beragam dan bisa disesuaikan dengan minat murid.

Selain itu, sekolah swasta berbasis agama pun begitu pesat berkembang. Dulu memang tidak banyak, tetapi saat ini baik MI maupun SDIT swasta dikemas dengan sistem pendidikan yang lebih menarik, modern, dan kaidah islam.

Berbeda dengan negeri, sekolah swasta biasanya melakukan testing atau wawancara dengan psikolog sebelum menerima calon siswa-siwinya. Hal tersebut untuk membantu agar pendidik mengetahui psikologi anak. Untuk swasta, khususnya SD, tidak mematok anak harus berusia 7 tahun, apabila sudah matang mereka akan meberima.

Berbicara biaya, biaya sekolah swasta memang lebih mahal dibandingkan dengan sekolah negeri. Tetapi sekarang banyak juga sekolah swasta yang terjangkau. Hal tersebut tentunya sejalan dengan fasilitas atau program dan tenaga pendidik yang ditawarkan. Sekolah swasta juga ada yang memiliki program penawaran bagi mereka yang kurang beruntung. Jadi sekolah swasta juga bisa untuk siapa saja.

Pada akhirnya, memilih sekolah swasta atau negeri, hal tersebut tergantung kebutuhan dan kemampuan anak. Di mana perlu diingat bahwa kematangan anak tidak bisa dipaksakan. (foto: Joglosemar)

Tags: , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: