Lebih dari Sekadar Kebutuhan, Ini Fakta Menyusui bagi Ibu

Bayi mendapatkan nutrisi dari menyusui, dengan menyusui bayi sang ibu juga akan mendapatkan manfaat.
, Majalah Kartini | 01/09/2017 - 14:16

MajalahKartini.co.id – Seorang ibu akan berusaha penuh untuk memenuhi kebutuhan asi anak secara eksklusif mulai dari lahir hingga 6 bulan. Berbagai cara dilakukan oleh ibu agar mendapatkan asi yang berlimpah.

Bagi para ibu yang baru saja mulai menyusui anak, tidak perlu khawatir jika masih sulit untuk melakukan breastfeeding secara langsung. Karena saat baru lahir, lambung anak masih sangat kecil dan hanya bisa menampung sedikit sekali susu.

Baca juga: Pentingnya Dukungan Ibu Bekerja Sambil Menyusui

Saat bayi sudah mulai terbiasa untuk breastfeeeding, kapasitas lambungnya akan semakin meningkat setiap harinya. Pengetahuan ibu tentang menyusui juga harus diperbanyak agar tidak panik dan menganggu kualitas produksi asi untuk bayi.

Sebaiknya ibu mulai belajar tentang asi dan menyusui sejak dini, jangan sampai terlambat untuk mempelajari hal-hal penting seperti bagaimana cara menyusui yang benar dan sehat. Tidak disarankan untuk memberikan bayi susu dari botol, karena melalui botol si bayi akan malas untuk breastfeeding.

Baca juga: Ini Masalah Utama bagi Ibu Menyusui ASI Eksklusif dan Solusinya

Saat gathering Lactamil, dokter spesialis kandungan dr. Febriansyah Darus, Sp.OG(K) menjelaskan bahwa terdapat banyak manfaat dan keunggulan asi bagi ibu dan bayi. Bagi ibu, asi akan menunjang kesehatan, mempererat ikatan keluarga berencana, dan mendukung aspek psikologis ibu agar lebih siap dalam menyusui bayi.

Sedangkan bayi yang mendapatkan asi eksklusif akan mendapatkan nutrient yang sesuai dengan kategori usianya, mengandung zar protektif, efek psikologis yang baik dan menguntungkan, pertumbuhan mental dan fisik yang baik, mengurangi caries dentist, dan mengurangi kejadian maloklusi.

Beberapa fakta tentang menyusui:

1. Komposisi ASI berubah sejalan dengan kebutuhan bayi.

2. Komposisi ASI dipengaruhi oleh makanan serta status gizi ibu.

3. Meningkatnya nutrisi ibu selama menyusui (Resiko Defisiensi).

4. Makanan yang dikonsumsi ibu berperngaruh terhadap kandungan asam lemak dan mikronutrien dalam ASI.

Spesialis gizi klinik dr. Juwalita Surapsari, M Gizi, SpGK menyampaikan pesan khusus kepada para ibu. Jangan sampai ibu menjadi stres ketika memilih makanan dan minuman selama menyusui. Sesekali ibu bisa mengonsumsi makanan dan minuman kesukaan tetapi dengan jumlah porsi yang wajar. (Felita Herlina Ciciliani/Foto: Felita Herlina Ciciliani/Cosmomom).

Tags: , , , , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: